Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / KOMUNITAS / SUMBAR BELUM SIAP TERAPKAN WISATA SYARIAH

SUMBAR BELUM SIAP TERAPKAN WISATA SYARIAH

 

 

 

 

BOGOR (ManasikNews) — Provinsi Sumatera Barat belum sepenuhnya siap menerapkan wisata syariah atau halal trip, padahal provinsi ini akan jadi fokus destinasi turis muslim yang digarap oleh Asosiasi Penyelenggara Umrah-Haji dan Inbound Indonesia (Asphurindo).

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengaku daerahnya belum 100% siap menerima wisatawan muslim dunia, khususnya Timur Tengah. Ketidaksiapan itu antara lain kurangnya tenaga pemandu wisata yang bisa berbahasa Arab. “Tapi kami akan berpacu menyiapkan tenaga guide berbahasa Arab untuk menyongsong turis asal Timur Tengah,” ujarnya kepada ManasikNews usai berbicara pada forum Musyawarah Nasional II Asphurindo di hotel Royal Tulip, Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/01/2017).

Menurut Irwan, Sumbar kaya akan khazanah wisata alam dan budaya yang mampu menarik perhatian turis Timur Tengah. Selain itu adanya dukungan keberadaan hotel syariah dan kuliner halal.
Selain Sumbar, daerah lain yang dikembangkan sebagai destinasi turis muslim dunia, adalah Lombok dan Aceh.

Asphurindo menjadikan pengembangan wisata syariah dalam upaya mendatangkan turis muslim (inbound) sebagai tema utama musyawarah nasional (munas) ke-2, awal tahun 2017.
Sejumlah anggota Asphurindo menanyakan kesiapan Sumbar sebagai destinasi wisata halal. Terlebih di sejumlah lokasi terkenal di provinsi ini justru tidak ramah wisata halal. Mereka minta pemprov membenahinya.

Presdir Aqobah Tour Adi Sofyan mengatakan, Aqobah sudah tiga kali membawa rombongan turis ke Sumbar. Sejauh ini Sumbar dinilai tidak ramah harga, khususnya bagi pengelola restoran yang tidak punya standar harga. Demikian pula tidak ada standar harga produk oleh-oleh.

Irwan mengaku, seperti pernah jadi viral di medsos, ada resto yang pasang harga tinggi, ada pula yang tidak pasang harga di daftar menu.

Menurut Irwan, pihaknya akan menyurati seluruh bupati agar restoran di daerahnya memasang tarif. Pengelola restoran yang tidak mengindahkan permintaan pemda, otoritas akan mencabut izin usaha pengelola travel. Pemilik toko souvenir dapat teguran, dan Pengawasan akan ditingkatkan. (wyn)

 

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *