Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / MOZAIK / One Day in the Haram

One Day in the Haram

INILAH “wajah” keseharian Masjidil Haram Mekah.

Sebuah film yang menggambarkan unjuk kerja dalam masjid suci, Baitullah. Bertujuan untuk menyajikan wajah baru Masjidil Haram yang tidak diketahui oleh banyak orang.

One Day in the Haram, sebuah dokumenter berdurasi 90 menit, menyajikan secara rinci bagaimana operasionalisasi Masjidil Haram, mencakup berbagai bagian/departemen, seperti sistem pembersihan, IT, audio, maintenance, administrasi, dan zamzam.

“Orang tidak tahu bagaimana Masjidil Haram sangat terorganisir dan memiliki salah satu sistem paling maju di dunia guna mengoperasikan tempat suci,” ungkap Abrar Hussain, penulis dan sutradara film One Day in the Haram, seperti dikutip situs SaudiGazette, baru-baru ini.

Inilah salah satu tempat terlangka di dunia yang beroperasi terus-menerus sepanjang tahun.

Sebagian besar isi film memusatkan perhatian pada para jamaah dan pengalaman peziarah. Di sisi lain, menyajikan rutinitas sehari-hari yang dilakukan para pekerja.

Film dibuat oleh Hussain bersama Direktur Eksekutif Abdulelah Al-Ahmary, dengan visi bersama untuk menciptakan semacam pendekatan baru untuk menggambarkan Masjid Suci di media. Sebelum film diproduksi, dilakukan riset  ekstensif.

Kru produksi terdiri atas pekerja pembuat film dari Inggris dan juga penduduk setempat yang berbasis di Arab Saudi. Pekerja film dari luar negeri ini berada di Mekah sekitar 18 bulan terkait produksi film tersebut. “Penting kiranya untuk menunjukkan siklus sehari-hari dan menyajikan lingkungan alam Masjidil Haram. Shalat wajib lima waktu penting untuk menciptakan struktur pada film ini,” papar Hussain.

Dia menambahkan, adanya akses penuh ke masjidil Haram yang diberikan oleh Imam Sheikh Abdulrahman Al-Sudais (Presiden Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) memungkinkan para kru dapat bekerja maksimal dengan pengambilan gambar lengkap ke semua aspek masjid.

Para kru menahan diri untuk tidak menggunakan tripod dan lebih memakai kamera bergerak guna menangkap arus pergerakan orang yang cepat, dan ini menjadi  “pengalaman nyata”.

“Melalui film ini kami berharap dapat meningkatkan animo masyarakat muslim dunia untuk berkunjung dan mendapatkan pengalaman berada di Masjidil Haram, khususnya bagi jutaan muslim yang belum pernah bertandang ke Baitullah,” ujar Hussain.

Film dokumenter ini juga berusaha menarik penonton internasional dan berpartisipasi dalam festival film di seluruh dunia setelah diputar perdana tahun ini.

Hussain, yang kini tinggal di Inggris, mengatakan, ada banyak kesalahan informasi tentang Islam di Barat. “Film ini tidak hanya bertujuan untuk menonjolkan keindahan estetika Rumah Allah, namun juga menunjukkan cita-cita agama,” paparnya.

Film One Day in the Haram yang diproduksi Arabian Pictures ini menghabiskan biaya 250 ribu Pound Inggris (sekitar SR 1,27 juta). (*sg/wyn)

About admin

Check Also

LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK.

IBADAH haji merupakan rukun Islam (al-Arkan al-Islam) kelima. Setiap Muslim wajib menunaikannya sekali seumur hidup. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *