Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / HALAL TRIP / DESTINASI / Benteng Thaif yang Istimewa

Benteng Thaif yang Istimewa

THAIF yang berada sekitar 80 kilometer di selatan Mekah, Arab Saudi, adalah kawasan tidak saja diwarisi pemandangan alam indah, tapi juga benteng kuno dan istana antik yang mampu bertahan dari ujian waktu di banyak periode sejarah.

Kastil dan benteng Thaif memiliki tingkat kekokohan yang luar biasa, dengan desain  arsitektur “terbaik” pada zamannya sebagai tempat perlindungan dan menara pengawas.

Sosok bangunan benteng Thaif.

Sejarawan Mona Osairy membeberkan kelebihan yang dimiliki benteng Thaif, yaitu punya daya penyesuaian yang tinggi terhadap segala kondisi alam, baik ketika suhu rendah di musim dingin dan suhu tinggi musim panas. Itu berkat tingkat ketebalan batu bangunan benteng untuk menghalangi angin, badai, suhu dingin, dan terik sinar matahari kala musim panas.

Menurut Osairy, selama periode perang benteng difungsikan sebagai menara pengawas. Ini bagian terpenting dari desain arsitektur benteng, yaitu ruang pengawas di lantai paling atas, yang memungkinkan dapat memantau dengan baik kehadiran lawan.

Di dalam istana dan benteng ini terdapat rumah-rumah, juga ada panel kayu yang mencerminkan periode budaya, dan ini menjadi sesuatu yang menarik turis dari Eropa. Sisi-sisi lain inilah menjadikan benteng Thaif punya keistimewaan tersendiri.

“Yang membuat rumah batu Thaif sangat istimewa, adalah hiasan berwarna di mana-mana, di dalam dan di luar rumah. Jika para  pria bertanggung jawab atas konstruksi,  sementara para wanita menangani dekorasi. Dengan demikian gambar di dinding benteng mencerminkan keterampilan perempuan yang diekspresikan ke dalam ukiran kayu,” papar Osairy.

Selain berfungsi strategis sebagai bangunan tempat tinggal, menjadikannya salah satu sistem arsitektur budaya terbaik Islam. Benteng dan kastil ini dianggap sebagai landmark wisata yang senantiasa menarik perhatian para wisatawan.

Dulu, semasa era Nabi Muhammad SAW, Thaif menjadi wilayah yang sulit ditaklukkan, termasuk misi dakwah penyebaran Islam. Thaif memiliki benteng nan kokoh milik Malik bin ‘Auf An-Nashriy, orang kuat semasa itu. Tahun 630 M, pasukan muslim pimpinan Rasulullah terlibat peperangan dengan kaum Quraisy di pinggiran Thaif, terkenal dengan perang Hunain.  Pengepungan Thaif pada akhirnya tidak berhasil.

Setahun selepas perang Hunain, Rasulullah dan pengikutnya meninggalkan Thaif untuk kembali ke Mekah. Setelah itu Nabi Muhammad mengalami masa-masa sulit. Saat itulah Allah SWT menghadiahi Rasulullah dengan peristiwa Isra Mi’raj, yaitu perjalanan di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqhsa, lalu berlanjut hingga menghadap Sang Khalik di Sidratul Muntaha.

Benteng Thaif dikenal tidak saja sebagai bangunan terbesar untuk perlindungan, namun untuk tempat tinggal dengan persediaan bahan pangan cukup hingga setahun.

Saad Al-Joudi, pengajar sejarah kontemporer, mengatakan penduduk Thaif membangun benteng dengan arsitekter yang istimewa. Lokasi benteng cukup diuntungkan karena dikelilingi pegunungan yang laksana sabuk alam mengelilinginya. Bangunan benteng berbentuk kerucut dengan skala yang berbeda.

Semasa pembangunan para pria kuat bertugas mendorong batu-batu berat untuk dibawa ke atas. Dinding benteng tampak kokoh karena  menggunakan bebatuan tebal, tingginya mencapai 15 meter. Mereka menggunakan batu tebal terlebih dahulu, baru disusul batu-batu ringan. (fia)

About admin

Check Also

Kini Masuk Selandia Pakai Prosedur Baru

  JAKARTA (ManasikNews) – Selandia Baru terhitung sejak awal Oktober 2019 dan seterusnya memberlakukan prosedur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *