Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / HALAL TRIP / DESTINASI / Madain Saleh, Kota Peninggalan Umat Nabi Saleh yang Mengagumkan

Madain Saleh, Kota Peninggalan Umat Nabi Saleh yang Mengagumkan

PEMERINTAH Kerajaan Arab Saudi kini mulai membuka diri bagi para pelancong asing, tak hanya untuk tujuan umrah dan haji. Salah satu destinasi wisata di luar kota suci Mekah dan Madinah yang wajib Anda kunjungi adalah Madain Saleh. Ini merupakan kota tua bekas peninggalan kaum Tsamud, umat Nabi Saleh yang hidup pada abad ke-8 sebelum masehi atau tahun 800 SM.

Di Madain Saleh kita bisa menyaksikan kemegahan bangunan-bangunan hasil pahatan kaum Tsamud yang kemudian menimbulkan kecongkakan mereka, tidak mengakui Nabi Saleh, dan akhirnya dibinasakan oleh Alloh SWT. Pada abad pertama masehi, kota ini kemudian dihuni suku Nabatean yang juga mendiami daerah Petra di Yordania. Itulah mengapa corak bangunan batu di Madain Saleh mirip dengan yang ada di Petra.

Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) pada awal Juli 2008 telah mengesahkan kota tua Madain Saleh sebagai salah satu situs warisan dunia (World Heritage Site).

Salah satu situs utama di Madain Saleh

Madain Saleh atau disebut juga  Al Hijr berada di utara Madinah dengan jarak sekitar 440 kilometer. Dengan perjalanan darat ditempuh sekitar 4 jam dari Madinah atau sekitar 8 jam dari Jeddah.  Meski begitu, perjalanannya dijamin tidak melelahkan karena jalanan menuju Madain Saleh sangat mulus, lurus, dan lebar seperti jalan Madinah-Mekkah atau Jeddah-Mekkah.

Selain itu, pemandangan di sisi jalan menuju Madain Saleh juga cukup indah. Berbeda dengan gunung batu yang terlihat selama perjalanan Madinah-Mekkah atau Jeddah-Madinah yang tidak bertekstur dan berwana kecoklatan. Gunung-gunung batu yang ada dalam perjalanan menuju Madain Saleh memiliki tekstur seperti Grand Canyon di Amerika.

Sekitar 30 km sebelum sampai Madain Saleh, kita akan melewati kota terakhir yaitu Al Ula. Ini adalah kota kecil, namun banyak terdapat bangunan tua yang sudah tidak dihuni. Bila Anda ingin membeli sesuatu sebaiknya di Kota Al Ula ini atau siapkan perbekalan sebaik mungkin sebelum melakukan perjalanan. Sebab, Madain Saleh meskipun disebut kota tua, daerah ini tidak berpenghuni. Hanya ada gurun dan bangunan-bangunan peninggalan kaum Tsamud dan Nabatian.

Untuk masuk ke Madain Saleh Anda tidak dikenai biaya apa pun. Bagi yang pergi bersama travel biasanya sudah disediakan pemandu wisata. Jika belum ada, di Madain ada pemandu yang menawarkan jasanya kepada para wisatawan.  Untuk rombongan biasanya memberikan uang jasa sekitar 300 riyal. Selain dari pemandu, pengunjung bisa membaca keterangan tentang bangunan-bangunan tua yang ditulis di sebuah panel plastik. Panel tersebut dipasang di atas tugu-tugu setinggi pinggang orang dewasa, dengan keterangan dalam bahasa Arab dan Inggris.

Berdasarkan keterangan dari pemandu, deretan bangunan yang dipahat di gunung itu memiliki fungsi yang beragam. Ada yang menjadi rumah, kuburan, serta kuil untuk penyembahan. Bangunan yang digunakan sebagai tempat bermukim alias rumah, terdapat pintu masuk tapi tidak ada jendela. Langit-langit di dalam bangunan ini cukup rendah. Di dalam rumah ini terbagi dalam beberapa ruangan, ada ruang tidur dan ruang makan. Suasana di dalam ruangan cukup gelap karena tidak ada lubang udara kecuali pintu masuk.

Di sebagian deretan bangunan itu juga ada yang digunakan sebagai kuburan. Pada salah satu bangunan terpahat gambar elang di atas pintu. Berdasarkan keterangan, jasad kaum Nabatean yang masih utuh ditaruh begitu saja di depan pintu untuk menunggu dimangsa oleh elang. Setelah itu, sisa tulang belulangnya dimasukkan ke dalam bangunan tersebut.

Masih di kawasan Madain Saleh, kita bisa menuju Ad Diwan yang terdapat bangunan berupa batu besar yang atasnya berbentuk runcing. Ada beberapa bangunan yang berdiri berjajar. Tiap batu besar dipahat sehingga bagian tengahnya kosong dan digunakan sebagai tempat berkumpul untuk beribadah bersama. Di tengah ruangan yang berfungsi sebagai kuil ini juga terdapat pahatan batu yang berbentuk seperti meja. Itulah beberapa situs yang bisa dikunjungi di kota tua ini.

Setelah puas menjelajahi Madain Saleh, Anda juga tak perlu khawatir jika perlu tempat bersantap. Di Kota Al Ula ada rumah-rumah makan yang menyediakan sajian khas menu Arab dan macam-macam kebab. Harga makanan di kota ini juga relatif murah. Satu porsi kebab lengkap dengan nasi Arab hanya 10-15 riyal  (1 riyal setara dengan sekitar Rp 3.600).

Untuk wisatawan yang berkunjung pada akhir tahun sebaiknya bawa jaket tebal, karena suhu di Madain Saleh cukup dingin, sekitar 14 deracat celsius.

Paket Umrah Plus dari Aqobah

Saat ini sudah ada beberapa biro travel umrah di Indonesia yang menawarkan paket umrah plus Madain Saleh. Salah satunya adalah Aqobah Travel. Harga paket umrah plus Madain Saleh yang ditawarkan  Aqobah cukup terjangkau, yakni mulai Rp 19,8 juta (sekamar berempat). Dengan harga sebesar itu, jamaah mendapat akomodasi hotel bintang lima di Mekah, yakni Hotel Rawdat Al Bait. Sedangkan di Madinah menginap di Hotel Rawdat Al Aqeeq (bintang 4).

Menariknya lagi, banyak pilihan waktu keberangkatan untuk paket umrah ini. Untuk Januari ini saja, Aqobah Travel memiliki empat jadwal keberangkatan umrah Plus Madain Saleh yakni tanggal 13, 22,27 dan 29 Januari. Sedangkan di bulan Februari ada dua keberangkatan yakni 5 dan 10, Maret tiga keberangkatan yakni tanggal 10, 24, dan 26. Demikian pula untuk April 2018 ada tiga keberangkan yakni tanggal 7, 14, dan 23.

Untuk info lebih lanjut, silakan menghubungi Aqobah Travel di nomor telepon/WA 08111805330. (ian)

 

About admin

Check Also

Kini Masuk Selandia Pakai Prosedur Baru

  JAKARTA (ManasikNews) – Selandia Baru terhitung sejak awal Oktober 2019 dan seterusnya memberlakukan prosedur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *