Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Inilah Berbagai Masalah ‘Hot’ yang Dibahas dalam Fresh Meeting Asphurindo

Inilah Berbagai Masalah ‘Hot’ yang Dibahas dalam Fresh Meeting Asphurindo

BANDUNG (ManasikNews) –  Sekitar 200 orang pelaku travel anggota Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) selama dua hari, Sabtu-Minggu (20-21 Januari 2018) mengikuti Fresh Meeting di Morning Glory Roof Top Hotel Mitra, Bandung, Jawa Barat.

Berbagai masalah dibahas dalam pertemuan ini. Beberapa yang menonjol antara lain menyangkut soal bursa Asphurindo, umrah murah, tiket bodong, harga visa dan beli visa di Asphurindo, serta risiko pesawat. Permasalahan itu mencuat dari laporan masing-masing bidang di Asphurindo. Demikian terungkap dalam laporan kegiatan Fresh Meeting Asphurindo yang disampaikan Ketua Umum Asphurindo Syam Resfiadi kepada media, Senin pagi (22/1).

Bidang dalam negeri, misalnya, menyoroti masalah visa progresif 2.000 riyal dan soal harga visa. Ada usulan agar harga visa umrah di provider visa anggota Asphurindo diseragamkan. Tapi hal itu tidak disetujui oleh forum dan harga visa di Asphurindo tetap beragam. Untuk soal visa progresif, Asphurindo akan memberikan masukan ke Kementerian Hukum dan HAM terkait imigrasi.

Dalam pertemuan ini juga mengemuka usulan agar empat asosiasi penyelenggara haji dan umrah untuk bertemu dengan Kementerian Agama dan DPR guna membahas paspor untuk muthawif.

Laporan bidang dalam negeri ini juga menyoroti juga soal Umrah Konsorsium Asphurindo. Ke depan perlu diperjelas siapa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan umrah konsorsium ini, agar tidak menyalahi aturan hukum. Sebab, Asphurindo sebenarnya hanya sebagai fasilitator anggota, bukan pihak yang bertanggung jawab dengan pelaksanaan umrah konsorsium.

Sedangkan Bidang Kemitraan Kooperasi dan Usaha Kemitraan melaporkan soal kerja sama Asphurindo dengan berbagai pihak antara lain dari asuransi (CIU dan Adira), Handling (Jass, Prima, Lounge (TPA),  Perbankan (CIMB Niaga Syariah),  Maskapai (Citilink dan Royal Jordan).

Dalam meeting tersebut, Ketua Bidang Kemitraan Koperasi dan Usaha Asphurindo Adi Sofyan juga mengusulkan adanya kerja sama dengan perbankan untuk mengeluarkan dana talangan bagi calon jamaah umrah bagi korban First Travel (FT),  Solusi Balad Lumampah (SBL), dan Abu Tour.

Dari bidang IT dan SDM melaporkan bahwa total jumlah Anggota Asphurindo saat ini ada 183 perusahaan. Dari jumlah tersebut, ada 70 perusahaan travel yang berizin BPW, 113 anggota berizin PPIU , 21 perusahaan berizin PIHK , serta 20 provider visa dengan 14 yang aktif, serta ada 30 travel anggota yang berizin IATA.

Bidang IT dan SDM ini juga telah melakukan sejumlah pelatihan untuk meningkatkan profesionalitas anggota.

Asphurindo juga sedang melakukan evaluasi untuk keanggotan BPW khususnya yang dari luar Jawa. Saat ini, keanggotaan Apshurindo diakui lebih dominan dari Jabodetabek dan Jawa.

Sedangkan bidang luar negeri melaporkan soal rencana  kegiatan Wisata Muslim ke Turkey, Malaysia, Singapura, UEA, Uzbekistan, dan Tashkent. Asphurindo juga berencana mengikuti ajang pameran di Riyadh pada Juni 2018 serta Exhibition travel terbesar di Dubai pada 2020. Untuk inbound, Asphurindo akan menjual wisata Indonesia ke luar negeri, terutama untuk destinasi potensial seperti Bandung, Batam, Bali, dan Labuan Bajo.

Dalam Fresh Meeting ini juga terpilih HR Tanto Harsono (Zhafirah Travel) sebagai ketua bidang dalam negeri menggantikan H Kadrie Hadie yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Asphurindo berencana menggelar Rakernas pada 28-30 September 2018 di Kota Bandung serta  Munas ke III pada September 2019 dengan lokasi diusulkan di Batam. (ian)

About admin

Check Also

Umrah Digital Direalisasi Akhir 2019, Itupun Sebatas Prototipe

  JAKARTA (ManasikNews) – Penyelenggaraan perjalanan umrah nasional bakal memasuki babak baru dengan akan diterapkannya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *