Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Komnas Haji dan Umrah Minta Presiden Turun Tangan Atasi Penipuan Umrah PERLU MORATORIUM PENGIRIMAN JAMAAH UMRAH

Komnas Haji dan Umrah Minta Presiden Turun Tangan Atasi Penipuan Umrah PERLU MORATORIUM PENGIRIMAN JAMAAH UMRAH

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto didampingi Direskrimsus Kombes Pol Samudi menunjukan uang Rp1,6 miliar yang disita dari PT SBL saat ekspos kasus di Polda Jabar, Selasa (30/1/2018).

JAKARTA (ManasikNews) – Puluhan ribu calon jamaah umrah terus jadi korban penipuan dengan kerugian mencapai triliunan rupiah. Baru hitungan bulan mencuat kasus First Travel yang diduga telah menipu 58 ribu lebih jamaah umrah dengan kerugian mencapai Rp 800 miliar, muncul kasus umrah yang sambung menyambung seperti tiada henti.

Ada kasus Hanien Tours, kemudian Abu Tours  lantas yang terbaru adalah kasus PT Solusi Balad Lumampah (SBL) bahkan bosnya telah ditetapkan tersangka, sebagian aset telah disita oleh aparat dari Polda Jabar. Travel-travel tersebut telah merugikan masyarakat yang jumlahnya mencapai puluhan ribu. Diduga uang jamaah digunakan untuk kepentingan di luar urusan umrah.

Yang menjadi miris travel-travel tersebut telah berstatus sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang telah mendapatkan legalitas dari Kementerian Agama. Oleh karenanya sudah seharusnya Kemenag sebagai pemberi izin dan regulator melakukan evaluasi dan melakukan pengawasan super ketat. Namun yang terjadi Kementerian Agama seakan tidak berdaya dan kehilangan taring menghadapi PPIU tersebut. \

“Perlindungan hukum terhadap jamaah umrah hampir tidak berjalan, korban yang notabene adalah rakyat kecil berpenghasilan terbatas terus berjatuhan. Jika Kemenag tdk bisa memberikan perlindungan kepada siapa lagi jamaah umrah mengharapkan perlindungan? Mau menunggu berapa ribu korban lagi jatuh? Sampai kapan keadaan ini akan terus dibiarkan?,” ujar Ketua Komas Haji dan Umrah Mustolih Siradj SHI. MH dalam siaran persnya yang diterima Manasiknews, Rabu (31/1/2018).

Mengingat peritiswa semacam ini secara beruntun terus terjadi dalam rentang waktu yang begitu singkat dan potensi kejadian penipuan terhadap jamaah umrah dengan berbagai modusnya masih terus akan terjadi di masa mendatang,  menurut Mustolih, presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintah harus menyatakan situasi ini sebagai darurat penyelenggaraan ibadah umrah.

Mustolih Siradj, Ketua Komnas Haji dan Umrah

“Bila perlu menghentikan sementara (moratorium) pengiriman jamaah umrah sampai penyelenggaraan umrah benar-benar bersih dari PPIU nakal.  Presiden harus memimpin sendiri langkah penyelamatan terhadap puluhan ribu rakyat kecil yang terus menerus menjadi korban. Pemerintah tidak boleh kalah oleh travel nakal,” kata dia.

Selain itu, menurut Mustolih, inilah saatnya Pemerintah mengambil alih dan terjun langsung sebagai penyelenggara ibadah umrah sebagaimana penyelenggaraan ibadah haji. Landasan hukumnya pemerintah sebagai penyelenggara umrah secara eksplisit tertuang dalam Pasal 43 ayat 2 UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji yang menyatakan “Penyelenggaraan Ibadah  Umrah dilakukan oleh Pemerintah dan/atau biro perjalanan wisata yang ditetapkan oleh Menteri“.

Selama ini, kata dia, penyelenggaraan umrah dilepas begitu saja kepada pihak swasta tapi belakangan  selalu muncul berbagai masalah yang merugikan puluhan ribu orang. Saatnya pemerintah terjun langsung menyelenggarakan umrah agar tidak lagi didominasi swasta sebagaimana penyelenggaraan ibadah haji yang dilaksanakan secara bersama-sama antara pemerintah dan swasta untuk haji khusus. “Jadi perlindungan hukum terhadap jamaah maksimal, travel bisa dikontrol, tidak ada bandrol harga asal murah tapi membuat jamaah jadi susah,” ujar Mustolih.  (ian)

About admin

Check Also

Dengan Aplikasi ‘Airport Maps’, Emirates Cegah Penumpang Tersesat di Bandara   

  DUBAI (ManasikNews) – Maskapai papan atas dunia asal Dubai UAE, Emirates, baru saja  meluncurkan …

One comment

  1. Mas ini Ndak tau aslinya gmn sih. Ndak faham sih. Maklum zaman now kebutuhan hidup meningkat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *