Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / HALAL TRIP / DESTINASI / Uji Nyali, Meluncur dengan Zipline Terpanjang Sejagat di Ras Al-Khaimah

Uji Nyali, Meluncur dengan Zipline Terpanjang Sejagat di Ras Al-Khaimah

Kawasan wisata Ras al-Khaimah di wilayah utara Uni Emirat Arab (UAE) menantang Anda berzipline ria, meluncur dari ketinggian pada seutas tali baja layaknya flying fox.

Ini bukan sekadar zipline, namun lintasan terpanjang di dunia, dari puncak Jabal Jais, gunung tertinggi di UAE (1.934 meter). Atraksi terbaru yang diinginkan untuk memperkuat status pariwisita Ras al-Khaimah.  Maklum, selama ini “si Emirat kecil” tersebut berada dalam bayang-bayang kemegahan Dubai atau Abu Dhabi.

Nah, dengan zipline superpanjang ini masa depan Ras al-Khaimah seolah digantungkan pada seutas tali baja.

Baru dibuka pada 1 Februari 2018, atraksi baru ini sebagai upaya Ras al-Khaimah untuk memancing turis datang ke wilayah utara UAE, mencari petualangan. Sudah dipastikan ia bisa memperkaya potret Emirat lantaran selama ini kental dengan tujuan wisata pantai.

Sejatinya ada dua zipline yang saling berhadapan satu sama lain sehingga pelancong yang tak mengenal rasa takut bisa saling berpacu.

Meluncur dari puncak Jabal Jais hanya membutuhkan waktu tiga menit saja sudah mendarat di landasan. Dengan asumsi panjang lintasan zipline ini setinggi Jabal Jais, hampir 2 Km, berarti setiap menit seorang zipliner akan melalap 650 meter lintasan. Wow..

Ras al-Khaimah mencoba memancing pengunjung dengan menunjukkan kalau di sini cuacanya hangat sepanjang tahun. Faktor plus lain, Ras al-Khaimah menawarkan kualitas layanan bintang lima dengan harga bintang empat. Di DoubleTree (Hilton Resort & Spa) yang terletak di pulau buatan Marjan, para pengunjung terlihat mirip dengan yang ada di resor Gran Canaria atau Crete.

Saat ini di UAE ada 22 hotel berbintang dengan total kamar 5.000 unit. Namun, sebuah tujuan ambisius ingin menambah sebanyak 4.445 kamar lagi dalam kurun  tiga sampai lima tahun ke depan, terutama di Pulau Marjan.

Ras al-Khaimah juga ingin mengembangkan atraksi yang melampaui hotel dan resor. Dari keterbatasan objek yang ada di sana, Museum Nasional dan Benteng Dhayah menjadi dua saksi sejarah keemiratan yang dirasa memenuhi syarat sebagai tujuan wisata. Situs arkeologi lainnya tengah dibenahi. Selain itu potensi lain yang dilirik adalah aktivitas di pegunungan, sesuatu yang tidak dimiliki oleh Dubai atau Abu Dhabi.

Pengunjung bisa pergi mendaki atau bersepeda gunung di Pegunungan Hajar dan menghabiskan malam tidur di bawah bintang-bintang. Pemandangan menjadi harta yang bisa tumbuh di Ras al-Khaimah. Wilayah ini tidak punya banyak cara untuk bersaing dengan landmark raksasa Dubai dan Louvre baru di Abu Dhabi.

“Kami tidak terburu-buru membangun gedung pencakar langit tertinggi atau pusat perbelanjaan terbesar,” kata Haitham Mattar, chief executive Otorita Pengembangan Pariwisata Ras al-Khaimah. “Kami punya waktu sejam dari sini.”

Sekitar 820.000 turis mengunjungi Ras al-Khaimah pada 2017. Tahun 2019 jumlahnya ditargetkan mencapai satu juta orang, dan pada 2025 menjadi  tiga juta. Jadi ambisinya besar, dan zipline bisa berperan untuk menggapainya. Di kawasan Ras al-Khaimah, seorang manajer pariwisata tahu persis apa yang harus dilakukan untuk menarik perhatian dunia. Jika memungkinkan, sebuah rekor dunia baru bakal tercipta di sini. (dpa/wyn)

 

About admin

Check Also

71% Wisatawan Menyukai Liburan Musim Panas 

WISATAWAN  lebih menyukai liburan musim panas, dan mereka memilih perjalanan singkat. Hal itu juga direpresentasikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *