Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / RI Insentifkan Lobi Perluasan Layanan Fast Track Jamaah Haji

RI Insentifkan Lobi Perluasan Layanan Fast Track Jamaah Haji

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag RI, Muhajirin Yanis.

 

JAKARTA (ManasikNews) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama terus melobi pemerintah Arab Saudi agar layanan fast  track atau jalur cepat pelayanan jemaah haji tahun 2019 tidak hanya diberlakukan untuk keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Tahun 2018, jamaah haji Indonesia yang berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta mendapatkan layanan fast track di bandara Arab Saudi. Pre clearance atau proses keimigrasian yang biasanya dilakukan di bandara Arab Saudi, tahun lalu berlangsung di Cengkareng saat keberangkatan jamaah.

Menurut Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri,  Muhajirin Yanis, jamaah bisa melalui jalur cepat keimigrasian atau  fast track. “Kami terus melobi pihak Saudi agar kebijakan fast track tahun ini tidak hanya diberlakukan untuk jamaah yang diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta seperti tahun lalu,” ucapnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan Kemenag terus berusaha agar penerapan layanan fast track bisa diberlakukan untuk seluruh jamaah dari 13 embarkasi. Hal ini juga telah diusulkan oleh Menteri Agama RI saat bertemu Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Muhammad Salih bin Taher Benten saat penandatanganan MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2019 pada Desember 2018.

Tim Kemenag, ungkap Muhajirin, saat ini berada di Arab Saudi untuk menindaklanjuti rencana pemberlakuan fast track. Sejumlah hal didiskusikan utamanya terkait kesiapan SDM dan fasilitas pendukung bandara.

“Jika tidak bisa di semua embarkasi, kami sedang mendorong agar pemberlakukan pre clearance diperluas secara bertahap. Ini terus dilakukan pembicaraan antara dia pihak,” tuturnya.

Muhajirin berharap semoga tahun ini, selain di Bandara Seokarno-Hatta, pre clearance paling tidak juga bisa diberlakukan di Solo dan Surabaya.

Layanan fast track tahun lalu mendapat respons positif dari  jamaah. Total ada 64.166 jamaah yang berangkat dari bandara Cengkareng, berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.

“Tahun 2018, survei BPS, kenaikan indeks kepuasan jamaah yang tertinggi berhasil diraih oleh Daerah Kerja Bandara, dari 87,16 menjadi 89,01. Ini saya kira tidak terlepas dari layanan fast track di bandara,” ujar Muhajirin.

Apabila tahun ini diberlakukan di Solo dan Surabaya, maka penerima manfaat layanan ini akan bertambah cukup signifikan. Jamaah haji Indonesia yang berangkat dari Embarkasi Solo mencapai 34.112 orang, adapun dari Surabaya 37.055 jamaah.

“Jadi, total dengan yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta mencapai 135.333 jamaah. Artinya sudah lebih dari 60% jamaah haji Indonesia,” kata dia. (kemenag.go.id/wan).

 

About admin

Check Also

Umrah Digital Direalisasi Akhir 2019, Itupun Sebatas Prototipe

  JAKARTA (ManasikNews) – Penyelenggaraan perjalanan umrah nasional bakal memasuki babak baru dengan akan diterapkannya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *