Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Lion Air Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah Pakai Airbus 330-300 Pasca Penghentian Armada Boeing 737-8 MAX

Lion Air Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah Pakai Airbus 330-300 Pasca Penghentian Armada Boeing 737-8 MAX

Armada terbaru Airbus 330-300 milik Lion Air.

 

JAKARTA  (ManasikNews) — Maskapai Lion Air memutuskan tidak mengoperasikan sementara waktu armada pesawat Boeing 737-8 MAX untuk penerbangan umrah dari sejumlah kota keberangkatan di Tanah Air.

Kebijakan tersebut sama sekali tidak mengganggu jadwal penerbangan umrah Lion Air dari sejumlah titik keberangkatan di Indonesia, karena maskapai swasta nasional ini mengalihkan penerbangan umrah (landing Jeddah dan Madinah) dengan armada pesawat Airbus 330-300.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ManasikNews di Jakarta, Kamis (14/3/2019), seluruh penerbangan umrah Lion Air kini sudah dialihkan ke armada pesawat yang lebih besar dari pesawat Boeing 737-8 MAX (175 kursi), yaitu A330-300 yang memiliki lorong ganda dengan kapasitas 437 penumpang.

Lion Air sejauh ini melayani penerbangan umrah dari 10 kota di Indonesia, yaitu Banda  Aceh, Banjarmasin, Balikpapan, Jakarta, Makassar, Padang, Palembang, Surabaya, Solo, dan Tanjung Karang. Hampir seluruhnya dilayani armada Boeing 737-8 MAX, terkecuali Jakarta yang sejak awal dilayani pesawat Airbus 330-300.

Lion Air antara lain menggandeng biro haji-umrah Albis Nusa Wisata untuk keberangkatan dari Jakarta, sementara dari Padang (bandara internasional Minangkabau) bersinergi dengan travel Armindo Jaya Tur.

Dengan adanya pengalihan ke armada A330-300, sejumlah titik kota keberangkatan dilakukan penggabungan keberangkatan, antara lain digabung dengan start Jakarta (Bandara Internasional Soekarno-Hatta).

Penerbangan dengan A330-300 merupakan penerbangan langsung tanpa henti, dengan landing Madinah atau Jeddah. Sementara penerbangan umrah yang selama ini menggunakan Boeing 737-8 MAX harus dengan transit selama 30 menit (untuk mengisi bahan bakar), yaitu di Trivandrum, India. Selama transit para jamaah tidak turun pesawat.

Keputusan Lion Air mengalihkan penerbangan umrah dengan armada Airbus 330-300 bersamaan dengan langkah manajemen untuk sementara tidak mengoperasikan sebanyak 10 unit Boeing 737-8 MAX miliknya.

Manajemen Lion Air mendasarkan keputusan itu pada surat edaran dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tentang penghentian sementara pengoperasian (temporary grounded) pesawat Boeing 737-8 Max, pasca jatuhnya pesawat jenis ini milik Ethiopian Airlines baru-baru ini.

“Dengan ini Lion Air menyatakan akan menghentikan sementara pengoperasian (temporary grounded) 10 pesawat Boeing 737-8 MAX 8 dikuasai saat ini sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian,” ungkap Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihartono, dalam keterangan tertulis di Jakarta, baru-baru ini.

Danang mengaku upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Lion Air melaksanakan standar operasional prosedur pengoperasian pesawat udara sesuai dengan aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, termasuk pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat, pelatihan awak pesawat.

“Lion Air akan selalu melaksanakan budaya keselamatan (safety culture) dalam setiap operasional penerbangan,” ujar Danang.  (wyn)

About admin

Check Also

Umrah Digital Direalisasi Akhir 2019, Itupun Sebatas Prototipe

  JAKARTA (ManasikNews) – Penyelenggaraan perjalanan umrah nasional bakal memasuki babak baru dengan akan diterapkannya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *