Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Penyediaan Akomodasi Jamaah Haji 2019 Hampir Rampung

Penyediaan Akomodasi Jamaah Haji 2019 Hampir Rampung

Pelayanan langsung imigrasi Arab Saudi di bandara keberangkatan Indonesia, mulai musim haji tahun 2018.

 

MEKAH (ManasikNews) – Penyediaan layanan akomodasi jamaah haji Indonesia tahun 2019 di Arab Saudi hampir rampung. Tahapan penyediaan layanan akomodasi mencakup  persiapan, seleksi, penetapan, dan pengajuan usulan penyedia layanan yang akan dikontrak.

“Sudah mencapai 50%. Tim penyediaan akomodasi bertugas untuk menyiapkan, memilih dan mengusulkan penyediaan akomodasi jamaah haji dengan prinsip yang efektif, transparan, dan akuntabel,” ungkap Sekjen Kementerian Agama M Nur Kholis  Setiawan usai pertemuan dengan Komisi VIII DPR, di Mekah, Rabu (13/3/2019), seperti dikutip laman kemenag.go.id.

Disebutkan, total kebutuhan akomodasi haji di Mekah mencapai 210.697 kapasitas. Kebutuhan ini mencakup 204.000 jamaah, petugas kloter, non kloter, sisa penempatan, dan cadangan. Sedangkan kebutuhan akomodasi di Madinah mencapai  209.967 kapasitas.

“Tim Akomodasi dengan 12 personil akan bertugas selama 86 hari. Ini baru sebulan. Saya optimistis target akan segera terpenuhi tepat waktu,” kata dia.

Penempatan akomodasi jamaah haji di Mekah tahun ini akan menggunakan skema baru. Jamaah akan ditempatkan berdasarkan pengelompokan asal daerah pada wilayah atau zona tertentu. Skema zonasi ini diharapkan akan mempermudah pengawasan pelayanan, serta meminimalisir munculnya permasalahan karena adanya perbedaan budaya dan kendala bahasa.

“Penerapan metode tersebut tentu akan dapat diikuti dengan penyesuaian pelayanan katering yang diharapkan akan semakin mudah pengkondisiannya dengan menyesuaian citarasa sesuai dengan selera daerah masing-masing,” ucap dia

Katering dan Transportasi

Rapat kali ini juga membahas progres penyediaan layanan katering dan transportasi. Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan proses pengadaan layanan katering sudah masuk tahapan kasyfiyah atau peninjauan secara langsung ke lapangan. Peninjauan dilakukan untuk memastikankesiapan dapur perusahaan yang telah mengajukan penawaran.

“Ini adalah tahapan kelima, setelah pengumuman pengadaan, penerimaan pendaftaran, Aanwijzing, serta pengajuan penawaran dan peyerahan berkas kelengkapan administrasi,” ujar Sri.

Sementara untuk penyediaan layanan transportasi, masih dalam tahap penerimaan pendaftaran dari perusahaan transportasi untuk pelayanan angkutan antar kota dan shalawat (shuttle bus ke Masjidil Haram Mekah). Sebab, berbeda dengan akomodasi dan katering, tim transportasi baru tiba dan bertugas di Arab Saudi beberapa hari ini.

Angkutan antar kota direncanakan 6 rute perjalanan, yaitu Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz ke Hotel di Madinah, dari Madinah ke Mekkah, dari Mekkah ke Bandara King Abdul Aziz  Jeddah, dari Bandara King Abdul Aziz ke hotel di Mekkah, dari Mekkah ke Madinah, serta dari Madinah ke Bandara Amir Muhammad bin Abdu Aziz.

Dengan rute itu, akan ada total 14.409 trip/perjalanan yang bakal dikelola oleh Naqabah (organisasi asosiasi perusahaan angkutan) dan syarikah atau perusahaan. Untuk layanan bus shalawat direncanakan menggunakan 395 unit bus. (wan)

 

About admin

Check Also

381 Peserta Ikut Seleksi Petugas Haji Non-Kloter

  JAKARTA (ManasikNews) — Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *