Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Inilah Fakta Terkini Perhajian-Umrah Malaysia

Inilah Fakta Terkini Perhajian-Umrah Malaysia

Jamaah haji Malaysia berangkat ke Tanah Suci dari bandara internasional Kuala Lumpur.

 

PERJALANAN haji ke Mekah, Arab Saudi, menjadi ghirah bagi umat Islam di seluruh dunia, tidak terkecuali Malaysia. Setiap tahun muslim negeri jiran ini berbondong-bondong menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

“Pergi haji adalah pengalaman yang sangat berarti bagi umat Islam. Saya pertama kali pergi haji tahun 2012, dan itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Seseorang jika hendak pergi haji perlu persiapan mental, fisik, dan spiritual,” ungkap Wakil Ketua Bidang Umrah dan Haji, Asosiasi Perusahaan Tour & Travel Malaysia (Matta), Mohd Azri Abd Razak, seperti dikutip TheStar online baru-baru ini.

Selepas 2012, Mohd Azri setiap tahun berangkat ke Tanah Suci melaksanakan rukun Islam kelima ini.

Setiap tahun, di bulan dzulhijah, jutaan umat Islam secara bergelombang mendatangi Mekah, kota tersuci di Kerajaan Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah haji. Inilah ziarah suci sekaligus rukun Islam kelima yang setidaknya dianjurkan dilaksanakan oleh setiap muslim sekali dalam seumur hidup. Dengan syarat, mereka mampu secara fisik, mental, dan finansial.

Selain ibadah haji, umat Islam juga pergi ke Mekah untuk berumrah. Umrah dikenal pula sebagai “haji kecil” yang dapat dilakukan sepanjang tahun, terkecuali di bulan-bulan pelaksanaan haji.

Di Malaysia, pemerintah mendirikan Tabung Haji sebagai badan negara yang khusus menangani perhajian dengan tujuan memudahkan setiap warga negara Malaysia pergi berhaji, termasuk memfasilitasi tabungan untuk berangkat haji.

“Muslim yang ingin pergi berhaji terlebih dahulu harus mendaftarkan akun haji dengan setoran minimum RM 1.300. Mereka atau calon jamaah haji kemudian harus menunggu untuk terpilih. Biasanya, ini berdasarkan siapa yang datang dulu, akan dilayani terlebih dahulu,” kata Mohd Azri.

Calon jamah haji perlu mengajukan permohonan visa haji atau umrah. Sementara visa haji diatur melalui Tabung Haji, adapun visa umrah dapat dikeluarkan melalui peran biro perjalanan umrah yang terdaftar di Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya (Motac) dan mengantongi lisensi, Lesen Khas Umrah (LKU).

Untuk setiap negara, pemerintah Arab Saudi telah menetapkan kuota pada jumlah jamaah yang diizinkan untuk melakukan haji.

Datuk Seri Dr Mujahid Yusof, pejabat teras pada Kantor Perdana Menteri Malaysia, mengatakan kuota resmi jamaah haji Malaysia tahun 2019 tercatat sebanyak 30.200. Namun, Tabung Haji telah mengajukan kuota tambahan 10.000 jamaah haji untuk musim haji tahun ini, sesuai persetujuan pemerintah Arab Saudi.

Setelah Tabung Haji menyetujui aplikasi haji calon jamaah haji, selanjutnya jamaah dapat memilih apakah akan melanjutkan dengan Tabung Haji atau menggunakan layanan dari agen atau biro perjalanan muslim yang terakreditasi untuk pengaturan haji.

Biro Perjalanan Muslim

Biaya untuk melakukan haji melalui Tabung Haji sebesar RM 9.980 per orang. Menurut Mohd Azri, biaya ini termasuk pengaturan perjalanan inti/dasar dan akomodasi. Meskipun paket Tabung Haji umumnya lebih murah, beberapa calon jamaah dapat menggunakan jasa agen perjalanan yang menawarkan mereka pilihan akomodasi khusus, lama tinggal, dan layanan inklusi lainnya.

Berdasarkan data Motac, seperti dikutip Presiden Matta, Datuk Tan Kok Liang, per Desember 2018 terdapat 266 agen perjalanan berlisensi yang menawarkan paket umrah. Yang mana, 80 di antaranya LKU Muasassah (yang dapat mengeluarkan visa umrah), sementara 186 lainnya adalah LKU non-Muasassah (yang tidak dapat mengeluarkan visa umrah).

Menurut Mohd Azri, paket perjalanan umrah telah menjadi pasar yang tumbuh cepat karena tingginya minat kaum muslim melakukan umrah setiap tahun. “Tahun 2018, jamaah umrah asal Malaysia mencapai sekitar 250.000 orang,” ujar direktur eksekutif Al Hijjrah Vacation Sdn Bhd, biro perjalanan umrah dan haji yang sudah berpengalaman 14 tahun ini.

Perjalanan ibadah haji secara singkat atau minimal berlangsung 14 hari, untuk menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji sesuai dengan kalender Islam. Namun, banyak warga Malaysia yang memilih tinggal di Saudi selama 25 hari untuk mengunjungi Mekah, juga kota Madinah.

Adapun untuk perjalanan umrah, jamaah Malaysia akan tinggal di Mekah dan Madinah selama 11 hari atau kurang dari itu.

“Selama di Mekah, jamaah umrah dapat mengunjungi atau berziarah ke Hudaibiyah, Jaaronah, Jabal Rahmah/Arafah, bahkan pergi ke Taif. Adapun di Madinah, ada beberapa tempat yang dapat diziarahi. Sebagian jamaah mungkin juga mengunjungi negara-negara lain, seperti Uni Emirat Arab, Turki, atau Yordania, dalam perjalanan selama transit, tergantung pada maskapai penerbangan,” ujar Mohd Azri.

Pilihan Maskapai

Ada banyak maskapai yang melayani rute penerbangan dari Kuala Lumpur (KL) ke dua tujuan utama di Arab Saudi, yaitu Jeddah dan Madinah. Sejumlah maskapai melayani penerbangan langsung (direct), sebagian lainnya lewat transit di negara ketiga yang sesuai dengan asal maskapai dimaksud.

Dari KL, ada Malaysia Airlines, Saudi Arabian Airlines (Saudia), Emirates, dan Qatar Airways yang melayani penerbangan umrah. Di luar itu, ada operator berbiaya rendah, seperti Air Asia dan Air Arabica yang juga menyediakan layanan penerbangan umrah.

Peluncuran maskapai penerbangan Amal, awal Februari 2019 di Kuala Lumpur.

 

Malaysia Airlines pada awal Februari 2019 meluncurkan Amal, maskapai baru yang khusus melayani penerbangan haji dan umrah. Amal bakal melayani rute KL ke Jeddah dan Madinah, menggunakan armada superjumbo Airbus 380. Setidaknya ada enam unit A380 (eks Malaysia Airlines) yang didedikasikan Amal untuk penerbangan carter haji dan umrah.

Kehadiran Amal tidak hanya ditujukan untuk menggarap pasar penerbangan haji dan umrah Malaysia semata, melainkan juga pasar penumpang muslim dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Thailand.

Dalam kesempatan itu Mohd Azri mengingatkan setiap calon jamaah umrah dan haji, yaitu pentingnya memilih travel perjalanan yang tepat. “Jika jamaah memesan melalui agen perjalanan muslim, periksa apakah mereka terdaftar dengan Motac di situs webnya atau dengan Matta, dan miliki lisensi LKU,” ujarnya.

Dia tidak menampik fakta adanya sejumlah kasus jamaah umrah yang ditipu oleh perusahaan-perusahaan agen perjalanan yang tidak bermoral dan tidak amanah kepada jamaah. Dengan begitu, penting kiranya bagi setiap jamaah untuk melindungi diri mereka sendiri. (tst/wyn)

 

 

 

About admin

Check Also

AMPHURI Luncurkan Aisyah, Digitalisasi Layanan Haji Khusus/ Umrah/Wisata Muslim

JAKARTA (ManasikNews) — Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) meluncurkan program Aisyah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *