Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / TOURS & TRAVEL / Jamaah Haji Harus Siap Hadapi Kondisi Riil di Saudi Aqsha/Edipeni Travel Berangkatkan 174 Jamaah Haji Khusus

Jamaah Haji Harus Siap Hadapi Kondisi Riil di Saudi Aqsha/Edipeni Travel Berangkatkan 174 Jamaah Haji Khusus

Direktur Utama Aqsha/Edipeni Travel, Hj Christ Maharani, di depan peserta manasik haji khusus travel ini, di Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.

 

BOGOR (ManasikNews) – Para calon jamaah haji khusus Al-Aqsha Jisru Dakwah/Edipeni Tours&Travel tahun 2019 diingatkan untuk tidak kaget dan siap menghadapi kondisi riil di lapangan, dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi.

Direktur Utama Aqsha/Edipeni Travel, Hj Christ Maharani, mengungkapkan, kondisi riil di Mekah dan Armina (Arafah, Mina, Muzdalifah) terkait prosesi ibadah haji menuntut setiap jamaah harus menyiapkan dengan baik kesehatan fisik dan mental.

Hal itu diungkapkan Christ kepada sekitar 62 orang jamaah calon haji Aqsha/Edipeni Travel yang mengikuti kegiatan manasik atau tata cara pelaksanaan ibadah haji di hotel Aston Bogor, Jawa Barat. Program manasik ini berlangsung 29 – 30 Juni 2019.

Acara manasik diisi pula dengan paparan teknis perjalanan haji oleh Direktur Aqsha/Edipeni H Wahyu Indra Maulana, tips kesehatan jamaah oleh dr Tri Wahyu, pembekalan ibadah haji oleh ustadz Zainurofiq, dan tausiyah oleh ustadzah Mamah Dedeh.

Tahun 2019 Asqha/Edipeni Travel yang merupakan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) anggota asosiasi Sapuhi ini memberangkatkan sebanyak 174 jamaah haji, berangkat 3 Agustus, dengan landing Jeddah menggunakan maskapai Saudi Arabian Airlines (Saudia).

Jamaah haji Aqsha/Edipeni akan menempati maktab VIP 72 selama di padang Arafah/Mina, apartemen transit di wilayah Bath Quraisy Mekah, dan hotel Marwa Rotana (Grand Zamzam) Mekah.

Menurut Christ, ada keterbatasan (fasilitas) di Arafah/Mina, seperti jumlah toilet. Menjelang wukuf sebagai puncak ibadah haji, kondisi padang Arafah begitu sesak oleh jutaan manusia. Para jamaah dituntut bersabar, termasuk harus mengantre panjang ketika ke toilet, tak terkecuali bagi jamaah haji khusus yang menempati maktab VIP.

Begitu pula ketika hendak melempar jumrah, jamaah mesti berjalan setidaknya 3,5 Km menuju Jamarat. Di Arafah/Mina, juga selama jamaah berada di apartemen transit dan kota Mekah (terutama situasi di Masjidil Haram), ada banyak hal yang tidak akan sesuai dengan ekspektasi. “Makanya, jamaah nanti jangan kaget. Kendati begitu, suasana di Arafah/Mina itulah yang justru selalu akan dirindukan oleh para jamaah,” kata Christ.

Jamaah juga perlu menyiapkan fisik/kesehatan secara baik, selain mengantisipasi kondisi suhu panas ekstrem Arab Saudi pada periode Juli – Agustus 2019. Posisi akhir Juni lalu, suhu kota Mekah pada sing hari (jam 12) mencapai 52-53 derajat celcius, pagi hari (subuh) 39 derajat, dan jam 10 suhu 48 derajat. Bahkan, siang hari di kawasan Arafah panasnya mencapai 55 derajat.

Kepada jamaah calon haji disarankan menyiapkan kacamata lensa hitam/gelap, membawa botol sprei/semprotan air, payung lipat putih, dan membawa pakaian/kaos panjang berbahan katun yang mudah menyerap keringat (khususnya untuk jamaah laki-laki).  (wyn)

 

 

About admin

Check Also

Halal Bihalal Penuh Makna Babul Ka’bah Travel

JAKARTA (ManasikNews) – Penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) Babul Ka’bah Travel di bawah bendera PT …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *