Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / HALAL TRIP / Destinasi Wisata Epik Teratas 2020

Destinasi Wisata Epik Teratas 2020

Khoja Ahmed Yasawi Mausoleum di kota Turkestan, Kazakhstan.

 

LONDON (ManasikNews) — Armenia, Eritrea, Korea Selatan, Finlandia, dan Kazakhstan, kelima negara ini memperoleh kelayakan sebagai destinasi ‘wisata epik’ tahun 2020.

Penilaian tersebut dibuat oleh para pakar perjalanan, dalam sebuah pertemuan di London belum berselang lama, khusus untuk pasar wisata perjalanan yang belakangan ini berkembang pesat.

Perjalanan epik didefinisikan sebagai segmen baru dalam perjalanan untuk para individu yang punya minat besar berpetualangan menembus batas-batas dari perjalanan pada umumnya, guna memperoleh beragam pengalaman unik.

Menurut para ahli, mereka – wisatawan epik — menginginkan lebih dari sekadar liburan, dan mereka sering berkelana tak sebatas menuruti intuisi semata, tapi seringkali menonjolkan emosi.

“Sejumlah orang tidak selalu menanyakan tujuan, tetapi mereka datang kepada kami dengan mengatakan: Saya melihat ini di Instagram, di mana itu? Saya ingin pergi ke sana. Inilah perjalanan yang dipimpin oleh emosi,” ungkap Direktur Eksekutif Cookson Adventures, Adam Sebba, saat berbicara dalam diskusi panel bertajuk Epic Travel: The New Must-Do Luxury Experience di WTM London, baru-baru ini.

Gunung Ararat di perbatasan Armenia dan Turki, di sini diduga tempat mendaratnya Bahtera Nabi Nuh.
Sauran (Sawran) reruntuhan kota kuno, lokasi sekitar 45 Km utara Turkistan, Kazakhstan, yang juga sebagai saalah satu warisan Unesco.

 

Gaya perjalanan yang dicari oleh peminat perjalanan khusus itu seringkali menghasilkan jadwal perjalanan yang sangat disesuaikan, perjalanan sebelumnya, dan sejumlah besar atas saran dari pihak biro travel perjalanan.

Orang-orang yang mencari pengalaman perjalanan epik satu kali juga mencari aspek edukasi – terutama ketika mereka bepergian dengan keluarga mereka – dan rencana perjalanan yang mengambil pendekatan filantropis.

Warga Eritrea, negara baru di Tanduk Afrika dan tepi Laut Merah, eks provinsi Ethiopia.

 

Para delegasi WTM pada bagian lain mendengarkan para pembicara di sesi Destination Smart for a Healthy Future, yang membahas pengelolaan pertumbuhan pariwisata, memastikan penduduk lokal bahagia, dan menjadi ‘destinasi cerdas’.

Menurut Dr Taleb Rifai, mantan Ketua Dewan Penasihat Internasional untuk Institut Internasional untuk Perdamaian melalui Pariwisata (IIPT), dan mantan Sekjen UNWTO, pariwisata tidak mengenal ada turis atau tidak. “Yang jelas, ada tantangan manajemen, sehingga pariwisata perlu dikelola,” katanya.

Rifai juga berkisah tentang pekerjaan yang pernah dilakoni, bertujuan untuk menyebarkan manfaat pariwisata dan memastikan penduduk dan bisnis lokal mendapat manfaat dari jumlah wisatawan yang berkunjung, ketimbang membenci mereka.

Di Venesia dia datang dengan ide memberikan tumpangan gratis melewati bus yang memungkinkan mereka dapat mengunjungi kebun-kebun anggur dan bukit-bukit sekitarnya, daerah yang sampai saat ini kehilangan jutaan pengunjung kapal pesiar yang selama ini berbondong-bondong datang ke kota perairan Italia tersebut.  (wyn)

About admin

Check Also

Turis Cina Dominasi Kunjungan Arab Saudi Saudi Kedatangan 24.000 Turis Asing Sejak Keluarkan Visa Turis

JEDDAH (ManasikNews) – Arab Saudi telah kedatangan sebanyak 23.715 wisatawan asing  hingga Senin (7/10/2019) sejak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *