Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Direktur Dutabaitul Ditangkap, Gagal Berangkatkan 46 Jamaah Umrah

Direktur Dutabaitul Ditangkap, Gagal Berangkatkan 46 Jamaah Umrah

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim (paling kiri), dalam gelar perkara penangkapan direktur Dutabaitul, travel tidak berizin sebagai PPIU.

 

JAKARTA (ManasikNews) — Polres Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng  menangkap direktur PT Duta Adhikarya Bersama (Dutabaitul), lantaran travel yang tidak berizin sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) ini dinilai gagal memberangkatkan umrah sebanyak 46 orang asal Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.

“Kami terus bersinergi dengan Polres Bandara. PT Duta Adhikarya Bersama ternyata tidak memiliki izin PPIU dari Kemenag, dan telah gagal berangkatkan 46 jamaah umrah,” ungkap Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim di Jakarta, Selasa (12/11/2019), seperti dikutip laman resmi Kemenag.

Menurut Arfi, penangkapan berawal dari laporan yang diterima Tim Pengawas Umrah Kemenag di Bandara yang kemudian dikoordinasikan oleh Kemenag dengan Polres Bandara. Sesuai ketentuan pasal 122 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, Kemenag mempunyai tugas dan tanggung jawab melakukan pengawasan penyelenggaraan umrah. Dari hasil pengawasan dan evaluasi, terdapat dugaan tindak pidana.

Hasil pengawasan dan evaluasi tersebut lalu dikoordinasikan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

“Kemenag akan terus melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan juga dengan Kementerian/Lembaga lainnya dalam melakukan pengawasan dan penanganan permasalahan penyelenggaraan ibadah umrah sesuai dengan amanah dari UU Nomor 8 Tahun 2019,” papar dia.

Arfi berharap upaya penegakan hukum ini bisa memberikan efek jera dan tidak ditiru oleh  penyelenggara umrah lain. Masyarakat juga diharapkan lebih selektif, teliti dan kritis dalam memilih penyelenggara umrah, salah satunya melalui aplikasi android/ios “Umrah Cerdas” untuk mengetahui PPIU yang berizin.

“Sinergi pengawasan seperti ini agar ditiru dan dilakukan oleh wilayah/daerah lain dalam rangka upaya preventif dan pelindungan kepada jemaah umrah,” ujarnya.

Kasubdit Pengawasan Umrah, Noer Aliya Fitra, menjelaskan, proses penangkapan Direktur PT Duta Adhikarya Bersama bermula adanya laporan ke Kemenag pada 1 Oktober 2019 terkait ada kegagalan keberangkatan 46 jamaah umrah dari Bontang, Kalimantan Timur.

PT Duta Adhikarya Bersama setelah dicek terbukti tidak memiliki izin sebagai PPIU. Karena ada masalah keberangkatan, 46 jamaah diinapkan di salah satu hotel daerah Rawa Bokor, Kota Tangerang.

“Tim Pengawasan dan Penanganan Masalah Ibadah Umrah Kementerian Agama melakukan pengecekan ke lapangan terkait dengan laporan tersebut. Dan benar ditemukan 46 jamaah yang belum diberangkatkan umrah oleh PT Duta Adhikarya Bersama (Non PPIU),” ungkap Nafit.

Menurut dia, jamaah awalnya direncanakan berangkat pada 1 Oktober 2019. Karena tidak ada kepastian tiket kemudian diundur pada 4 Oktober 2019, kemudian diundur lagi pada 6 Oktober 2019. Tetapi sampai dengan 6 Oktober 2019 belum juga ada kepastian tiket keberangkatan dan kepulangan Arab Saudi.

“Pada 7 Oktober 2019, Tim Kementerian Agama melaporkan dan koordinasi dengan pihak Polres Bandara Soekarno Hatta terkait dengan kejadian ketidakberangkatan jemaah umrah yang terjadi di wilayah Bandara Soekarno Hatta,” ujarnya.

Kegagalan berangkat umrah sebanyak 46 jamaah itu berlarut hingga 12 Oktober 2019. Karena tidak kunjung ada kepastian, jamaah kemudian meminta dipulangkan ke Bontang pada 13 Oktober 2019.  (wyn)

 

About admin

Check Also

Izin Umrah Zeinta, Yasmira, AsSyirbani Akhirnya Dicabut

  JAKARTA (ManasikNews) — Kementerian Agama mencabut izin tiga Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), yaitu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *