Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Izin Umrah Zeinta, Yasmira, AsSyirbani Akhirnya Dicabut

Izin Umrah Zeinta, Yasmira, AsSyirbani Akhirnya Dicabut

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama RI, Arfi Hatim.

 

JAKARTA (ManasikNews) — Kementerian Agama mencabut izin tiga Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), yaitu PT. Zeinta Intan Kalimantan, PT. Yasmira Wisata Utama, dan PT. As Syirbani Mandiri Wisata. Ketiga biro umrah ini terbukti melanggar ketentuan perundang-undangan.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama RI, Arfi Hatim, mengatakan,  sanksi pencabutan izin penyelenggaraan umrah tiga PPIU itu dijatuhkan karena beberapa sebab.

“Ada yang karena melakukan pelanggaran berupa peminjaman legalitas kepada travel non – PPIU. Ada yang tidak menyediakan tiket kepulangan, dan tidak memulangkan jamaah umrah sesuai dengan masa berlaku visa di Arab Saudi,” ungkap Arfi Hatim di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ketiga PPIU tersebut resmi telah dicabut izinnya. Ketiga biro umrah itu juga sudah dikeluarkan dari daftar PPIU Berizin di aplikasi Umrah Cerdas.

4 PPIU Diperingatkan

Kepala Subdit Perizinan, Akreditasi dan Bina PPIU Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus, M. Ali Zakiyudin, menambahkan, selain mencabut izin, Kemenag juga telah menjatuhkan sanksi peringatan tertulis kepada empat PPIU.

Sanksi tersebut diberikan disebabkan keempat PPIU terbukti melakukan pelanggaran berupa penundaan jadwal keberangkatan, penerbangan dengan 2 kali transit atau lebih, tidak membuatkan identitas/kartu tanda pengenal jemaah umrah sesuai ketentuan, serta operasional kantor perwakilan yang tidak sesuai ketentuan.

“Jika kesalahan yang berakibat peringatan tertulis ini terulang, maka sanksi akan ditingkatkan menjadi pembekuan. Yaitu, tidak boleh beroperasi, paling lama dua tahun,” ujar dia.

Zaki menegaskan, sanksi pencabutan izin yang sudah dijatuhkan tidak bisa dipulihkan karena alasan apapun. Untuk sanksi tertulis, proses pemulihannya dilakukan dengan berkinerja lebih baik lagi dan tidak melanggar aturan. “Jangan percaya jika ada oknum yang mengatasnamakan Kemenag untuk memberi bantuan mengurus proses sanksi ini sambil minta biaya dalam jumlah tertentu,” tambahnya

Menurut Kasubdit Pengawasan Umrah Noer Aliya Fitra (Nafit), sejak awal 2019, Kemenag total telah menjatuhkan sanksi kepada 12 PPIU. Sebanyak lima PPIU dicabut izinnya. Sebelumnya, dua PPIU yang dicabut izinnya adalah PT. Joe Pentha Wisata dan PT. Bumi Minang Pertiwi. Sementara tujuh PPIU menerima sanksi peringatan tertulis.

“Penjatuhan sanksi ini menjadi pembelajaran bagi PPIU lainnya agar selalu mengikuti regulasi penyelenggaraan ibadah umrah,” kata dia.

Nafit menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan penyelenggaraan ibadah umrah. Salah satunya adalah dengan menghadirkan Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh).

“Keberadaan Siskopatuh diharapkan bisa menjadi alat monitor dan kontrol bagi pemerintah dan masyarakat. Publik nantinya bisa ikut mengakses sehingga bisa ikut mengetahui kalau ada biro travel yeng manelantarkan calon jamaah umrah atau tidak menepati janjinya,” kata dia. (rez)

 

About admin

Check Also

Biaya Haji 2020 Akan Ditetapkan Awal Februari

  JAKARTA (ManasikNews) — Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2020 rencananya ditetapkan pada awal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *