Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Tim Satgas Umrah Temukan Banyak Travel ‘Nakal’ di Yogyakarta Ada 14 Travel Umrah Berstatus Tidak Jelas

Tim Satgas Umrah Temukan Banyak Travel ‘Nakal’ di Yogyakarta Ada 14 Travel Umrah Berstatus Tidak Jelas

Tim Satgas Pengawasan Umrah melakukan sidak ke travel-travel umrah tidak berizin di Yogyakarta, baru-baru ini.

 

YOGYAKARTA (ManasikNews) – Satuan Tugas Pengawasan Umrah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke travel penyelenggara umrah di Daerah Istimewa Yogyakarta, baru-baru ini. Hasilnya, dijumpai sejumlah travel tidak punya izin sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) tapi membuka dan menerima pendaftaran umrah.

Satgas Pengawasan Umrah terbentuk berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) sembilan Kementerian dan lembaga, yaitu Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Polri, PPATK, serta Badan Perlindungan Konsumen Nasional.

Seperti dilakukan di Yogyakarta, tim satgas sebelum terjun ke lapangan, berkumpul di ruang rapat Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah DI Yogyakarta. Sigit Warsita selaku Kepala Bidang memberikan dukungan penuh dengan adanya satgas ini dan kedepan diharapkan satgas di daerah dapat segera dibentuk untuk menertibkan PPIU yang tidak punya izin.

“Tentu langkah-langkah positif untuk perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah umrah akan kami dukung sepenuhnya dan semoga tahun 2020 Kanwil bisa segera membentuk tim satgas umrah tingkat kanwil agar PPIU yang tidak memiliki izin resmi dari Kementerian Agama dapat ditindak tegas,” kata dia, seperti dikutip laman Kemenag RI.

Kepala Subdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus, M. Noer Alya Fitra (Nafit), yang kali ini memimpin sidak di Yogyakarta, menjelaskan, setidaknya ada tiga poin penting yang akan dilakukan.

“Poin pertama, kedepan kami akan menurunkan surat resmi dari Kemenag Pusat untuk membentuk Satgas tingkat provinsi. Kedua, terjun langsung ke lapangan untuk menertibkan PPIU. Ketiga, jika ada jadwal keberangkatan atau pemulangan jamaah umrah, kita akan terjun ke bandara,” kata Nafit.

Data sementara dari Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, DI Yogyakarta setidaknya ada 14 travel penyelenggara umrah dengan status masih dipertanyakan. Kali ini tim Satgas akan melakukan pendekatan secara persuasif kepada mereka.

Sementara dalam sidak, tim Satgas segera bergerak menuju target dengan mendatangi kantor travel yang tidak berizin, selanjutnya secara persuasif menanyakan terlebih dahulu kelengkapan dokumen sebagai Biro Perjalanan Wisata (BPW), dokumen izin sebagai PPIU atau izin sebagai cabang ataupun sebagai agen, serta berkas-berkas kelengkapan lain.

Dari pantuan di lapangan, ternyata travel ini tidak memiliki izin resmi sebagai PPIU dan statusnya cabang namun belum mendaftarkan atau melapor ke Kanwil DI Yogyakarta. Untuk itu travel BPW ini diminta tidak menerima lagi pendaftaran jamaah umrah, segera menurunkan spanduk/ brosur, menghentikan promosi melalui media sosial (Instagram dan Facebook).

Nafit dalam kesempatan itu meminta agar travel yang bersangkutan mengindahkan apa yang disampaikan tim Satgas. Selain itu memberi waktu hingga tiga hari kepada pemilik travel untuk berbenah dan mengurus persyaratan.  “Kami masih memberikan waktu dan jika masih tidak mengindahkan dengan berat hati kami akan membawa pelanggaran ini ke jalur hukum,” ucap dia.  (wyn)

About admin

Check Also

Biaya Haji 2020 Akan Ditetapkan Awal Februari

  JAKARTA (ManasikNews) — Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2020 rencananya ditetapkan pada awal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *