Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / TOURS & TRAVEL / Bersaing di Era Digital, Travel Umrah Mesti Perkuat Sinergi dan Strategi Marketing

Bersaing di Era Digital, Travel Umrah Mesti Perkuat Sinergi dan Strategi Marketing

Direktur Utama Aqobah Travel, H Adi Sofyan, memberi pengarahan pada peserta workshop.

JAKARTA (ManasikNews) – Tantangan pelaku usaha travel penyelenggara umrah-haji dan tur muslim di Tanah Air semakin bertambah berat di era digital sekarang, termasuk dengan kehadiran perusahaan startup seperti Traveloka dan Tokopedia yang bertindak sebagai marketplace paket-paket umrah milik travel penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).

Menurut Direktur Utama Aqobah Travel (PT IBS Buana Sejahtera) H Adi Sofyan, industri perjalanan umrah nasional belakangan tidak hanya mendapat “serangan” dari para pelaku marketplace, namun juga ekspansi travel-travel non-muslim dengan ikut menjual paket-paket umrah dan tur muslim.

“Makanya, fenomena tersebut perlu disikapi bersama, tidak hanya oleh Aqobah Travel saja, namun seluruh PPIU yang terlibat di industri perjalanan umrah dan tur muslim. Agar travel umrah-haji dan tur muslim mampu bertahan di era digital sekarang, kita harus memperkuat sinergi, juga memperkokoh strategi marketing,” ungkap Adi Sofyan di hadapan peserta workshop bertajuk “Teknik jitu mengembangkan usaha travel di era digital,” yang digelar Aqobah Travel di Hotel Neo, Sentul City, Jawa Barat, Sabtu (01/02/2020).

Workshop kali ini diikuti sekitar 60 peserta dari unsur cabang Aqobah Travel dan travel mitra dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir memberikan materi antara lain Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama M Arfi Hatim dan CEO/Founder GohalalGo Hega Bernoza yang juga marketplace paket umrah. Acara ini turut didukung oleh PT Bank CIMB Niaga Syariah, Adira Insurance, dan GohalalGo.

Dalam kesempatan itu Adi Sofyan mengajak kalangan biro travel yang belum mengantongi izin sebagai PPIU (non-PPIU) untuk bersinergi dengan Aqobah Travel dalam menggarap peluang usaha penyelenggaraan umrah-haji dan tur muslim, karena Aqobah memiliki beragam paket perjalanan umrah, haji, dan tur muslim. Selain itu, Aqobah juga bertindak sebagai provider visa umrah, ticketing, dan distributor tunggal produk audio JAMI (sarana penunjang ibadah umrah-haji).

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag M Arfi Hatim (tengah) bersama direksi Aqobah Travel H Adi Sofyan (kedua kanan) dan Yulia E Purnama (paling kanan), serta dua pembicara workshop.
Pembicara Indra Firmansyah, Sales Manager PT Bank CIMB Niaga Syariah.
Pembicara CEO/Founder GohalalGo, Hega Bernoza.

Arfi Hatim mengingatkan pelaku usaha travel umrah agar tidak terjebak atau hanya “bermain” sistem konvensional dalam menjalankan strategi usaha dan marketing. Karenanya kalangan PPIU dipersilakan mengombinasikan sistem online dan offline. “Jika PPIU tidak memanfaatkan kemajuan teknologi, mereka bisa tergilas dalam persaingan di industri perjalanan umrah, dan kami tidak ingin hal itu akan menimpa kalangan PPIU,” ujarnya.

Menanggapi kehadiran pihak-pihak penyedia platform marketplace, Arfi menegaskan, bahwa keberadaan mereka hanya sebatas sebagai penyedia jasa penjualan paket umrah milik PPIU, tidak lebih dari fungsi itu. “Toh begitu, kami tetap akan mengaturnya, seperti menyangkut aturan pembayaran, agar industri perjalanan umrah dapat berlangsung secara sehat,” katanya.

CEO GohalalGo, Hega Bernoza, mengakui proses digitalisasi di industri perjalanan umrah masih berjalan sporadis. Tidak semua PPIU siap memasuki era digital, karena sebagian besar travel umrah masih mengatur usahanya secara manual. Bahkan, tidak sedikit travel umrah tampak kekeuh dengan cara konvensional. “Terlebih lagi, dari jumlah travel umrah yang ada, sekitar 90% adalah perusahaan keluarga, dan ada kecenderungan tidak dikelola dengan serius,”  katanya.

Hega memperkirakan, digitalisasi penyelenggaraan umrah seperti transaksi secara online yang melibatkan travel PPIU dan masyarakat Muslim di Indonesia baru akan tampak berjalan sekitar tiga atau empat tahun mendatang. Saat ini, yang terjadi antara calon jamaah umrah dan pihak travel masih perlu bertemu secara fisik. Bertatap muka, mengobrol, dan melakukan transaksi. (wyn)

About admin

Check Also

1 Februari 2020, Aqobah Travel Gelar Workshop Penyelenggaraan Haji-Umrah & Tur Muslim Undang Kalangan BPW

    TANGSEL (ManasikNews) – Aqobah Travel Haji&Umrah di bawah bendera PT IBS Buana Sejahtera …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *