Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / HALAL TRIP / Pariwisata Cina Berantakan, Inilah Fakta Anjloknya Pesanan Perjalanan

Pariwisata Cina Berantakan, Inilah Fakta Anjloknya Pesanan Perjalanan

Sebuah media online traveling terkemuka dunia dalam berita utamanya yang dirilis Senin (03/02/2020) mengungkapkan, sektor pariwisata Cina kini menuju kolaps terdampak tragedi virus corona yang bersumber dari wilayah Wuhan. “Coronavirus causes collapse in Chinese travel,” demikian judul berita itu.

Media tersebut kemudian mengutip data terbaru ForwardKeys, yang bersumber analisis kapasitas penerbangan global, pencarian penerbangan, dan lebih dari 17 juta transaksi pemesanan penerbangan dalam sehari. Disebutkan, merebaknya serangan virus corona di Cina telah menurunkan secara signifikan angka pemesanan penerbangan untuk periode Tahun Baru Cina (10 Januari – 6 Februari 2020).

Musim liburan Tahun Baru Cina biasanya dimulai dua pekan sebelum Golden Week, dan perjalanan mencapai puncaknya tepat sebelum Golden Week dimulai.

Tahun ini, jumlah perjalanan wisatawan Cina ke mancanegara menorehkan puncak baru dan sedang memecahkan semua rekor. Namun, per Minggu 20 Januari 2020, Tiongkok memberlakukan Pembatasan Perjalanan warganya, sehingga jutaan warga Cina yang siap angkat koper untuk berlibur ke luar negeri dan domestik, terpaksa harus gigit jari. Mereka “dipaksa” tinggal di rumah masing-masing.

Hanya berselang sepekan, tepatnya pada 26 Januari, serangkaian pembatalan tersebut telah mengubah drastis peta perjalanan di Negeri Panda ini. Kendati sebagian besar kelompok turis terlanjur pelesir ke luar negeri sebelum pembatasan perjalanan diberlakukan, prospek tahun pemecahan rekor perjalanan telah sirna.

Sampai 19 Januari, pemesanan perjalanan keluar Cina (tidak termasuk Hong Kong dan Taiwan, yang mana kerusuhan politik telah mempengaruhi minat dan transaksi perjalanan), anjlok dan tinggal 7,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Sepekan kemudian, pada 26 Januari, ketika bandara Wuhan ditutup dan pemerintah Cina menghentikan arus wisatawan, pemesanan untuk periode liburan domestik hanya tertinggal 6,8%.

Serangan virus corona telah mempengaruhi secara dramatis perjalanan warga Cina ke semua tujuan dunia. Asia Pasifik, wilayah yang menarik lebih dari 75% pelancong Tahun Baru Cina, mengalami pukulan paling parah. Pada 19 Januari, angka pemesanan perjalanan merosot hanya tinggal 1,3% (pra Pembatasan) dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Seminggu kemudian, angka itu tersisa 15,1% (pasca Pembatasan).  

Penurunan juga terjadi di kawasan global lainnya, kendati tidak terlalu parah. Pada 19 Januari, pemesanan perjalanan ke Amerika Serikat (AS) mencapai 14,3% pasca Pembatasan, ke Afrika dan Timur Tengah 0,7% (pasca), dan ke Eropa 10,5% (pra). Seminggu kemudian, pemesanan ke AS tertinggal 22,5%, ke Afrika dan Timur Tengah 9,9% (pasca), dan ke Eropa 0,5% (pra Pembatasan).

Cina sebagai tujuan destinasi wisata juga sangat terpengaruh krisis virus corona. Hingga 19 Januari, pemesanan inbound untuk periode Tahun Baru Cina mencapai 4,5%, kurang lebih setara dengan tahun lalu. Seminggu kemudian, angka itu tinggal 7,2% (pasca). Pasar asal wisatawan terlemah, adalah AS, yang mana pemesanan turun dari 0,4% pra menjadi 13,4% pasca Pembatasan.

Asia Pasifik sebagai sumber terbesar wisatawan ke Cina, dengan pangsa pengunjung mencapai 65%, mengalami penuruan dari 6,0% pra menjadi 6,2% pasca Pembatasan. Pertumbuhan pemesanan yang selama ini stabil dari Afrika dan Timur Tengah telah terhenti dari 10,9% menjadi 3,9% praPembatasan, sementara angka pemesanan dari Eropa menurun dari 1,0% pra menjadi 7,1% pasca Pembatasan.  (wyn)

About admin

Check Also

Sebulan Pasca Merilis Visa Turis, Saudi Kedatangan 47 Ribu Pelancong Asing

  HOKKAIDO (ManasikNews) – Arab Saudi kedatangan sebanyak 47 ribu wisatawan asing pada bulan pertama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *