Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Animo Tinggi, Pendaftar Aplikasi Umrah Capai Hampir 2 Juta

Animo Tinggi, Pendaftar Aplikasi Umrah Capai Hampir 2 Juta

Wakil Ketua Umum Bidang Haji dan Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), H. Islam Saleh Alwaini.

 

MEKAH (ManasikNews) — Animo umat Islam untuk menunaikan ibadah umrah di masa pandemi ini sangat tinggi. Maklum, sekitar delapan bulan sebelumnya umrah sempat vakum menyusul kebijakan Arab Saudi menutup akses kedatangan jamaah luar negeri karena wabah Covid-19.

Lihat saja data terbaru Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, seperti yang disebarkan via twitter resmi Kementerian, Sabtu (7/11/2020).

Per hari Jumat (6/11/2020) pertama sejak dibukanya izin umrah jamaah luar negeri atau fase ketiga kunjungan bertahap, pendaftaran via aplikasi umrah mendekati jumlah 2 juta pemohon, dan pengajuan shalat di Masjidil Haram Mekah mendekati 900 ribu orang.

Adapun jumlah kaum muslim yang ingin shalat dan berziarah di Masjid Nabawi Madinah, mencapai hampir 132 ribu. Khusus untuk jamaah yang ingin mengunjungi Raudhah jumlahnya mendekati 83 ribu.

 

Wakil Ketua Umum Bidang Haji dan Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), H. Islam Saleh Alwaini, membenarkan, bahwa umat Islam begitu sangat antusias menyambut dibukanya kembali ibadah umrah sejak 4 Oktober lalu hingga memasuki fase ketiga di bulan November ini.

“Antusiasme umat yang begitu tinggi itu terbukti lewat data-data terbaru yang baru saja disebarkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Saudi via akun resmi twitter Kementerian,” ungkap Islam kepada ManasikNews.

Islam tidak menampik fakta, bahwa umat Islam termasuk Indonesia sudah sangat rindu untuk bisa kembali mengunjungi Baitullah. Hanya saja, kesempatan itu kini tidak mudah didapat menyusul ketatnya persyaratan umrah di masa pandemi.

Sejumlah prasyarat bahkan sangat membatasi, seperti usia jamaah antara 18 – 50 tahun, juga tes swab PCR yang terkadang tidak kompatibel dengan kondisi kesehatan calon jamaah sehingga hasil tes berubah-ubah.

Selain itu, ketika sudah berada di kota Mekah, jamaah umrah harus banyak melewati hari dengan menjalani karantina di kamar hotel, sementara kesempatan ibadah umrah hanya sekali.

Belum lagi, ada risiko diisolasi total 14 hari di kamar hotel jika hasil tes PCR terakhir seorang jamaah dinyatakan positif Covid-19. “Risikonya begitu tinggi, termasuk menanggung seluruh biaya covid, dan bisa stres menjalani isolasi selama berhari-hari sendirian di kamar hotel,” ujar Islam.

Makanya Islam sependapat, bahwa peserta umrah di masa pandemi lebih dikhususnya antara lain bagi para pimpinan agen travel operator umrah, guna menyerap pengalaman dan pembelajaran. Adapun bagi calon jamaah awam, sebaiknya bersabar menunggu hingga pandemi global covid mereda dan dibukanya kembali penyelenggaraan umrah secara normal. (wyn)

About admin

Check Also

Suplai Makanan Cukup, Jamaah Tak Perlu Mengeluh

  MEKAH (ManasikNews) — Sejumlah jamaah umrah masa pandemi asal Indonesia mengunggah status di media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *