Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Baru Sepekan Dibuka, Umrah Kini Ditutup Sementara Akan Diberlakukan Mekanisme Buka-Tutup Umrah

Baru Sepekan Dibuka, Umrah Kini Ditutup Sementara Akan Diberlakukan Mekanisme Buka-Tutup Umrah

Keberangkatan perdana jamaah umrah asal Indonesia pada Sabtu, 8 Januari 2022.

 

JAKARTA – Penerbangan umrah pascapandemi baru berjalan sepekan sejak keberangkatan perdana pada 8 Januari lalu, kini sudah ditutup lagi.

Kementerian Agama menghentikan sementara penerbangan jamaah umrah mulai 15 Januari sebagai upaya mengevaluasi skema One Gate Policy (OGP) juga untuk memantau perkembangan varian Omicron di Indonesia dan Arab Saudi.

Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, dalam siaran yang dikeluarkan pada Ahad (16/1) di Jakarta, menyebutkan, konsep OGP akan dikaji secara menyeluruh dengan melihat perkembangan yang terjadi, di saat virus Omicron makin berkembang di beberapa negara termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

Pada 8 Januari 2022 sebanyak 419 orang jamaah umrah diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui penerbangan perdana umrah dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Sepekan ini tercatat sebanyak 1.731 jamaah telah berangkat, setelah sebelumnya melalui proses karantina di Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede Jakarta.

Dalam skema OGP, seluruh jamaah umrah yang tiba di Asrama Haji Pondok Gede wajib langsung melakukan penapisan (screening) kesehatan dan kelengkapan dokumen.

Menurut Ditjen, jamaah umrah yang berangkat 8 Januari akan kembali ke Indonesia pada 17 Januari 2022. Saat itu, akan dilakukan evaluasi dan mendeteksi ada atau tidaknya jamaah yang terpapar Omicron.

“Jamaah umrah akan diberangkatkan sampai tanggal 15 Januari 2022 dan kita coba hentikan sementara dalam rangka evaluasi,” ungkap siaran pers Ditjen PHU.

Disebutkan, penyelenggaraan umrah hampir sama seperti perjalanan ke luar negeri. Kemenag hanya berperan memfasilitasi persiapan pemberangkatan, sementara yang berperan lebih banyak adalah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Jadi, di sini yang berperan swasta dan ini menjadi B to B (Business to business). Ditjen PHU tidak bisa ikut mengatur lebih, artinya visa diajukan ke Arab Saudi melalui vendor dan jika memenuhi syarat maka bisa berangkat dan sangat jauh berbeda dengan penyelenggaraan haji, Kemenag berperan ikut mengendalikan dari seluruh prosedur atau proses yang dilakukan jamaah haji.

Usai menggelar evaluasi dengan kementerian terkait, Kemenag akan memutuskan apakah akan kembali memberangkatkan atau menghentikan sementara perjalanan umrah.

Kemenag sejauh ini hanya mendorong agar PPIU dalam mengirimkan jamaah umrah untuk lebih perlahan, tidak terlalu banyak, dan tidak dilakukan secara mendadak.

“Sekali lagi bahwa mekanisme buka tutup ini dilakukan seiring perkembangan Omicron di Indonesia dan Arab Saudi,” jelas Ditjen PHU. (kpr)

 

 

About admin

Check Also

Kekacauan Bandara Jeddah Diselidiki   Tim Investigasi Dibentuk Kamis

  JEDDAH — Kepala Urusan Transportasi Kerajaan Arab Saudi, Kamis (05/05/2022), memerintahkan penyelidikan mendesak menyusul …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *