Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / HALAL TRIP / Bertemu Pemandu Wisata Jerash, Mengaku Turunan Serdadu Romawi Timur

Bertemu Pemandu Wisata Jerash, Mengaku Turunan Serdadu Romawi Timur

Pemandu wisata Yordania Ramzi Nawafleh (kiri) dan seorang pemandu wisata lokal kota bersejarah Jeresh di Yordania utara.

 

INILAH reruntuhan kota kuno Romawi di Jerash, Yordania utara, berjarak sekitar 48 Km dari Ibu Kota Amman ke arah utara menuju Suriah. Jerash atau Gerasa dalam Bahasa Ibrani, berbatas dengan Israel di sebelah barat dan wilayah Suriah di sebelah utara, yang pada masanya merupakan metropolis megah dengan kuil-kuil agung terbesar di luar Roma, Italia. Kota ini dibangun oleh Kaisar Roma, Alexander Agung, untuk mengukuhkan hegemoni imperium Kekaisaran Romawi di wilayah Timur.

Dalam suatu kesempatan mengunjungi Jerash, beberapa tahun silam, saya bertemu seorang pemandu wisata lokal kota bersejarah Jerash. Pria separuh baya itu tidak mau disebut namanya.

 

Akses jalan menuju Cardo Maximus.
Pilar-pilar Kolom.
Kuil Artemis, salah satu kuil terbesar di kota kuno Jeresh.
Teater selatan.
Foto penulis dengan latar sisa-sisa kemegahan  salah satu kuil terbesar di kota kuno Jeresh, Yordania.

 

Warga Yordania ini mengaku turunan anak-buyut dari bala tentara semasa imperium Romawi Timur berjaya, mengaku bangga memiliki warisan kota agung Jerash. Kendati begitu, kini hidupnya tidak berjaya dan bergelimang harta. Ia hanyalah seorang pemandu wisata (tour guide), tidak lebih, namun ada kebanggaan tersendiri dengan profesi itu.

Sebagai pemandu wisata yang memperoleh tunjangan hidup dari pemerintah lokal Provinsi Jerash, ia pun tidak menolak uang tips pemberian para turis yang sudi memakai jasanya.

Ia mengaku akan setia menjalani profesi ini, entah sampai kapan. Tak ada keluh dan kesah. Kapan pun dan apapun kondisinya. Baik ketika pariwisata negeri Kerajaan Yordania sedang berjaya maupun dilanda kelesuan. Ia akan terus berjalan, sembari menceritakan tentang kisah gemilang Jerash di masa lalu kepada turis asing atau siapa saja yang datang berkunjung.

Sesekali ia bercanda dengan menyelipkan guyonan lokal Yordania. Sesekali pula ia menunjuk sebuah bukit nun di kejauhan, yang dulu konon merupakan rangkaian garis demarkasi tempat Salahuddin Al-Ayubi berhasil memukul mundur pasukan tentara Salib yang hendak merebut Kota Suci Yerusalem.

Dalam sebuah kesempatan, ia memetik bunga liar berwarna kuning di padang rumput lalu mengunyahnya. Ia tampak begitu menikmati, sambil sesekali mendesis ringan, mungkin saja kandungan rasa bunga itu seperti daun mint. Saya membatin, mungkin itulah salah satu bentuk kecintaan pada tanah keramat para leluhur. Bumi Jerash yang bersejarah. (wiyono)

 

 

 

About admin

Check Also

Abdulrazak Gurnah, Novelis Kelahiran Tanzania Raih Nobel Sastra 2021

  Novelis kelahiran Tanzania Abdulrazak Gurnah memenangkan Hadiah Nobel Sastra tahun 2021. Gurnah yang dibesarkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *