Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Boeing dan Etihad Uji Teknologi Antivirus Dalam Perjalanan Udara

Boeing dan Etihad Uji Teknologi Antivirus Dalam Perjalanan Udara

Armada pesawat Boeing 787-10 Dreamliner Etihad Airways.

 

ABU DHABI — Di tengah krisis virus corona sekarang, maskapai penerbangan Abu Dhabi UAE, Etihad Airways, tercatat yang terdepan dalam pengujian teknologi antivirus untuk menjadikan penerbangan lebih aman bagi penumpang.

Berwujud tongkat ultraviolet genggam kecil yang sedang diuji oleh raksasa pabrikan pesawat terbang asal Amerika Serikat, Boeing, dan Etihad dapat membantu maskapai penerbangan memerangi ancaman virus corona.

Ini salah satu dari empat teknologi yang diuji dalam program Boeing ecoDemonstrator dan dapat mendisinfeksi dek penerbangan dalam waktu kurang dari 15 menit.

“Ini adalah cara desinfektan yang lebih cepat dan efisien bila dibandingkan dengan yang tersedia di pasaran saat ini – ini menghemat waktu dan biaya. Juga, kita berbicara tentang elektronik yang rumit sehingga teknologi ini meminimalkan penggunaan cairan di sekitar mereka,” ungkap Doug Christensen, rekan teknis Boeing dan pemimpin teknis program ecoDemonstrator.

Etihad adalah maskapai penerbangan pertama yang menguji sistem ini di pesawat mereka dan telah menjadi bagian besar dari pengembangan untuk membawanya ke operator komersial.

Ide di balik program ecoDemonstrator adalah untuk menguji teknologi potensial untuk diadopsi oleh industri penerbangan di masa depan.

“Intinya adalah kita bisa berinovasi dengan cepat dan belajar dengan melakukan dan menemukan sesuatu dengan cepat. Hal ini memungkinkan kami untuk mempercepat jalur penerapan teknologi ke dalam layanan praktis dengan cara yang bermanfaat bagi lingkungan dan keselamatan,” kata Mike Sinnet, wakil presiden Boeing, seperti dikutip sebuah media Dubai UAE, baru-baru ini.

Program ecoDemonstrator baru saja menuntaskan proses ketujuh, menggandeng Etihad dengan armada  Boeing 787-10 Dreamliner sebagai tempat pengujian untuk kali pertama.

Inilah pengembangan dari “kemitraan lingkungan” yang ditandatangani Etihad dan Boeing pada November 2019.

Setelah menerima armada Boeing 787 pertamanya pada 2014, Etihad Airways berencana menambah armada 787-10.

“Kami akan memiliki 40 unit Boeing 787 pada akhir 2020. Selanjutnya ada 11 unit pesawat lagi untuk program pengiriman pada 2021. Ini menjadikan kami salah satu operator Boeing 787  terbesar di dunia,” ungkap Paul Kear, wakil presiden bidang teknis Etihad Airways.

Karena ancaman virus corona, program ecoDemonstrator direncanakan secara virtual untuk pertama kalinya tahun ini. “Karena situasi saat ini, kami merencanakan seluruh program penerbangan secara virtual. Itu berarti menyatukan para insinyur, peralatan, pengujian, dan perangkat keras dari seluruh dunia ke pesawat dan melakukannya di lingkungan yang aman terkait social distanching,” ujar Christensen.

Selain disinfeksi on-board, ada lagi tiga teknologi lain diuji selama program.

Semua penerbangan uji ecoDemonstrator menggunakan campuran 50/50 bahan bakar penerbangan tradisional dan berkelanjutan untuk menurunkan emisi CO2 hingga 75% sepanjang siklusnya.

“Ini menunjukkan kemampuan industri yang ada di luar sana untuk memproduksi bahan bakar setinggi itu,” kata Christensen.

Bekerja sama dengan NASA, penelitian akustik juga dilakukan untuk mengukur tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh pesawat terbang. Lebih dari 200 mikrofon ditempatkan di badan pesawat dengan 1.000 lebih mikrofon di daratan. (wyn)

About admin

Check Also

Animo Tinggi, Pendaftar Aplikasi Umrah Capai Hampir 2 Juta

  MEKAH (ManasikNews) — Animo umat Islam untuk menunaikan ibadah umrah di masa pandemi ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *