Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Pasar Peziarah di Saudi Sangat Besar, Silakan Pengusaha RI Menggarapnya

Pasar Peziarah di Saudi Sangat Besar, Silakan Pengusaha RI Menggarapnya

Kedatangan peziarah dari berbagai negara di Arab Saudi.

JAKARTA  (ManasikNews) – Permintaan produk-produk halal oleh peziarah global di Arab Saudi sangat besar, inilah peluang yang harus dimanfaatkan oleh kalangan eksportir produk-produk halal dari Indonesia.

Tahun 2019, Arab Saudi dibanjiri sekitar 2,5 juta jamaah haji dari seluruh dunia dan warga lokal. Dari jamaah haji luar negeri, jamaah asal Indonesia merupakan yang terbesar  jumlahnya, hampir 223 ribu orang.

Untuk jamaah umrah, angkanya lebih besar lagi, yakni mencapai sekitar 6 juta orang pada musim umrah tahun 1440 Hijriah (2018/2019). Indonesia menempati urutan kedua sebagai pengirim jamaah umrah terbesar dari luar negeri, jumlahnya kurang lebih 1 juta orang, di bawah Pakistan sebagai pengirim jamaah umrah terbesar pertama (hampir 1,5 juta orang).

Menurut Kepala Pusat Kerjasama dan Standardisasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis, mengingat jamaah haji Indonesia adalah pangsa pasar terbesar, maka silakan bagi para pengusaha Indonesia untuk menggarapnya dengan mengekspor produk-produk buatannya ke Arab Saudi.

“Kalau diperhatikan, produk-produk yang membanjiri Arab Saudi berasal dari Cina, sedangkan yang membeli dan menggunakan produk tersebut adalah jamaah haji Indonesia. Inilah yang perlu dilirik, bagaimana produk-produk Indonesia bisa juga digunakan oleh jamaah haji Indonesia,” ungkap Sri Ilham ketika berbicara pada  Webinar Haji Bertema “Potensi Produk Halal Dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji” di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menyebutkan, untuk produk farmasi,  Kementerian Kesehatan RI sudah bekerjasama dengan BPJPH untuk menyuplai obat-obatan ke Arab Saudi bagi jamaah haji.  

Sebagai regulator haji, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, sudah menghimbau agar para penyedia katering menggunakan produk makanan dan minuman dari Indonesia. “Hanya saja, produk yang masuk ke Arab Saudi masih terbatas,” kata Sri Ilham.

Dengan demikian, ungkap mantan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri ini, para pengusaha bisa mengekspor bahan makanan untuk jamaah haji dan umrah ke Arab Saudi. Selain makanan, Indonesia dalam dua tahun terakhir juga sudah mengekspor minuman (seperti teh dan kopi), mie instan, serta bambu masak. Untuk bambu masak dalam rangka meningkatkan cita rasa Nusantara dalam katering haji, seperti mengirim bambu rendang.

Menurut dia, Kementerian Perdagangan dalam rangka ekspor bahan makanan ke Arab Saudi, menyarankan agar penggunaan bahan makanan yang berasal dari dalam negeri tidak hanya digunakan saat jamaah haji di Arab Saudi saja, tetapi bisa dimulai pada saat keberangkatan sejak jamaah haji di embarkasi.

“Saat di embarkasi jamaah mendapatkan tiga kali makan dan dua kali snack, makanan yang diberikan ke jamaah perlu diberikan makanan-makanan halal, jangan sampai kita di Tanah Air menggunakan produk-produk dari luar negari seperti dari Malaysia dan Thailand.

Potensi bisnis Indonesia dengan Arab Saudi sejak dua tahun terakhir meningkat. Berdasarkan data statistik perdagangan KJRI Jeddah, total volume dagang Indonesia dan Arab Saudi periode Januari – Juni 2018 mencapai US$ 2.697 miliar, naik 23,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 sebesar US$ 2.177 miliar.

Total perdagangan non-migas sampai dengan Juni 2018 mengalami kenaikan 6,075%  menjadi US$ 1.170 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang mencapai US$ 1.103 miliar. (wyn)

About admin

Check Also

Saudi Mulai Kegiatan Resmi Haji 29 Juli

Persiapan fasilitas di kawasan Mina, Mekah, untuk jamaah calon haji tahun 2020. RIYADH (ManasikNews) — …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *