Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Pemerintah Akan Membentuk Rekening Penampungan Biaya Umrah

Pemerintah Akan Membentuk Rekening Penampungan Biaya Umrah

Jamaah umrah masa pandemi ketika sedang melakukan rukun tawaf di Masjidil Haram Mekah.

 

JAKARTA (ManasikNews)  — Setelah merilis program Gerakan Nasional Wakaf Uang, pemerintah kini berencana menata pengelolaan dana jamaah umrah dengan membentuk rekening penampungan dana ibadah umrah.

Dalam rencana itu, rekening akan terdaftar dengan nama Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), yang merupakan biro perjalanan wisata dan telah mengantongi izin usaha penyelenggaraan perjalanan umrah.

Rencana tersebut telah dituangkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Rekening Penampungan Biaya Perjalanan Ibadah Umrah. Dalam RPP itu setiap PPIU wajib membuka rekening penampungan dana jamaah kegiatan umrah pada Bank Penerima Setoran (BPS).

Mengutip RPP tersebut, Rabu (27/01/2021), bank yang dimaksud adalah bank berbasis syariah yang memiliki kerja sama dengan PPIU untuk menerima setoran biaya umrah milik jamaah.

Adapun di sini, PPIU dapat membuka rekening penampungan lebih dari satu rekening.

Setiap jamaah umrah nantinya wajib menyetorkan biaya umrah ke rekening penampungan PPIU pada BPS atas nama jamaah umrah yang bersangkutan.

Besaran setiap penyetoran pada rekening penampungan paling sedikit Rp 500 ribu. Apabila jamaah berhalangan melakukan penyetoran, maka bisa diwakilkan atas nama jamaah umrah yang bersangkutan.

“Jamaah umrah wajib diberangkatkan menunaikan ibadah umrah paling lambat tiga bulan sejak tanggal pertama kali melakukan penyetoran biaya penyelenggaraan ibadah umrah pada rekening penampungan,” bunyi RPP  itu.

Biaya umrah mencakup sejumlah komponen, yaitu transportasi, akomodasi, konsumsi, bimbingan umrah, kesehatan, perlindungan, serta administrasi.

Adapun aspek perlindungan, mencakup kecelakaan, kesehatan, bebas dari penelantaran, termasuk jaminan keberangkatan dan kepulangan yang diberikan dalam bentuk asuransi.

Dalam RPP, PPIU juga wajib melaporkan pendaftaran jamaah umrah melalui sistem online yang terhubung dengan sistem Kementerian Agama.

Seterusnya, baik BPIU maupun bank penampung wajib melaporkan transaksi penerimaan dana jamaah umrah melalui sistem yang terhubung secara online dengan Kementerian Agama.

Adapun ketentuan lebih lanjut tentang teknis pelaporan dan penginputan, akan diatur dengan peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama. (wyn)

 

 

 

 

 

About admin

Check Also

Pakai Airbus 380, Emirates Sudah Terbang Setiap Hari ke Jeddah

  DUBAI – Maskapai penerbangan Emirates asal Dubai UEA terhitung sejak 11 September 2021 mulai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *