Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Pengurusan Izin Biro Umrah & Haji Khusus Terintegrasi di Kemenag-BKPM

Pengurusan Izin Biro Umrah & Haji Khusus Terintegrasi di Kemenag-BKPM

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, M. Arfi Hatim.

JAKARTA (ManasikNews) — Pengurusan izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) akan disatupintukan melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pengurusan izin PPIU dan PIHK bahkan menjadi bagian dari piloting project integrasi layanan publik antara Kementerian Agama dan BKPM.

“Untuk memperpendek alur proses, pengurusan izin PPIU dan PIHK diintegrasikan dengan BPKM dan ini menjadi pilot project integrasi layanan publik di Kemenag,” ungkap Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, M. Arfi Hatim, di Jakarta, Sabtu (18/07/2020), seperti dikutip dari Humas Kemenag.

Kebijakan ini sudah selaras dengan amanah PP 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik yang mengatur perlunya percepatan dan peningkatan kualitas pelayanan publik secara elektronik, khususnya terkait perizinan berusaha.

Menurut Arfi, ada pembagian kewenangan antara Kemenag dan BKPM dalam proses pengurusan izin PPIU dan PIHK. Kemenag tetap bertanggung jawab dalam penetapan syarat perizinannya, serta verifikasi berkas dan fisik di lapangan. Hal ini sudah berjalan baik melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kementerian Agama. Semua proses dilakukan secara online melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh). 

“Bedanya, kalau selama ini tandatangan perizinan menjadi kewenangan Kemenag, ke depan sudah tidak. Proses penandatanganan izin usaha dilakukan secara elektronik. Itu akan diterbitkan BKPM atas persetujuan Kemenag. Siskopatuh akan terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS) BKPM,” urai Arfi. 

Kepala PTSP Kementerian Agama, Rosidin, menambahkan, dalam tiga tahun terakhir, pelayanan izin PPIU dan PIHK telah bertransformasi dari cara manual ke sistem yang paperless di PTSP. Makanya kondisi saat ini dirasa cukup siap berintegrasi dengan OSS BKPM.

“Proses integrasi izin PPIU dan PIHK dengan OSS, bisa dikatakan lebih siap. Sudah tiga tahun perizinan PPIU dan PIHK diproses melalui PTSP secara elektronik sehingga paperless, hampir tanpa tatap muka, serta transparan sehingga setiap keputusan terekam dan bisa dilacak,” ujar Rosidin. 

Sejauh ini SOP dan dokumen persyaratan juga sudah tertera dengan jelas dalam sistem, sehingga tidak ada lagi perbedaan pemahaman.

Dia menyebutkan, di sektor agama dan keagamaan, ada tujuh perizinan yang harus terintegrasi dengan OSS BKPM. Selain PPIU dan PIHK, ada lima perizinan lainnya.

1. Izin pendirian satuan pendidikan keagamaan. 

2. Izin bagi pendidikan diniyah nonformal yang berkembang menjadi satuan pendidikan. 

3. Izin pendirian perguruan tinggi keagamaan swasta.

4. Izin pembukaan program studi dan pencabutan izin program studi rumpun ilmu agama.

5. Izin pembentukan Lembaga Amil Zakat (LAZ). (wyn)

About admin

Check Also

Saudi Mulai Kegiatan Resmi Haji 29 Juli

Persiapan fasilitas di kawasan Mina, Mekah, untuk jamaah calon haji tahun 2020. RIYADH (ManasikNews) — …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *