Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Pengusaha Travel Ini Sukses Bangun Pesantren Saat Usaha Bisnis Travel Haji dan Umrah Mati Suri Akibat Pandemi Covid-19

Pengusaha Travel Ini Sukses Bangun Pesantren Saat Usaha Bisnis Travel Haji dan Umrah Mati Suri Akibat Pandemi Covid-19

Pengusaha travel muslim KH. Zulkifli Ahmad Jundim Lc. berhasil mewujudkan cita-cita membangun Pondok Pesantren Kuno Tahfizhul Qur’an dan Ilmu Hadits Barokah Madinah, di  Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

 

JAKARTA (ManasikNews) – Boleh dibilang inilah yang namanya barokah di tengah badai musibah. Betapa tidak, pengusaha bisnis travel ini justru berhasil membangun pondok pesantren bersamaan saat industri perjalanan umra-haji dan wisata muslim mengalami mati suri akibat didera pandemi Covid-19.

Hebatnya lagi, ini bukan pondok pesantren biasa, melainkan pesantren kuno Tahfizul Qur’an menghafal Al-Qur’an sempurna 30 juz dan para santri wajib menghafal  minimal 1.000 hadist serta siang hari berbahasa Arab dan malam hari berbahasa Inggris, berorientasi global, yang mana para santri sedari dini dipersiapkan menjadi kader-kader penerus perjuangan menegakkan agama. Sehingga kelak setelah lulus siap dikirim ke berbagai negara di seluruh dunia.

Kawah Candradimuka para santri ini bernama Pondok Pesantren Kuno Tahfizhul Qur’an dan Ilmu Hadits Barokah Madinah, berlokasi di kawasan wisata pemandian alami Lubuk Bonta, Tarok City, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Untuk menuju Ponpes ini butuh waktu sekitar satu jam perjalanan darat (mobil) dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat.

Pembangunan ponpes ini berlangsung sejak pandemi Covid-19 mulai melanda Tanah Air hingga sosok bangunan kompleks pesantren terwujud nyata dalam waktu dua tahun.

Pengusaha travel nasional ini terjun langsung memimpin proses pembangunan, tahap demi tahap berkalaborasi dengan para alumni jamaah haji dan umrah serta masyarakat umum hingga rampung dan mulai dioperasikan pada bulan Ramadhan tahun 2021.

Berlokasi di kaki Gunung Singgalang dan Tandikek, pesantren ini dikelilingi pemandangan alam nan sangat indah dan rancak serta udara sejuk khas Ranah Minang. Pesantren ini didukung oleh lima buah sumber mata air alami yang melimpah ruah.

Pesantren kuno ini dilengkapi fasilitas, yaitu (1) tiga buah kolam renang berukuran besar, (2) fasilitas lapangan futsal, (3) lapangan memanah, (4) lapangan sepak bola, dan (5) lapangan takrauw serta sejumlah lapangan tenis meja.

Jika dilihat dari aspek ketersediaan fasilitas, pesantren kuno ini melebihi fasilitas pesantren modern yang ada di kota-kota besar di Indonesia.

Selama kurang lebih empat bulan sejak beroperasi, pesantren kuno ini sudah berhasil menggaet sebanyak 35 orang santri putra.

Kendati keberadaanya masih seumur jagung, pengusaha nasional biro travel ini meyakini bahwa pesantren bakal mampu tumbuh besar dan berkembang, terlebih melihat lokasi yang strategis sangat menunjang proses para santri dalam menghafal Al-Qur’an dan Hadist Rasulullah Saw.

Pesantren kuno Barokah Madinah sejauh ini sudah berhasil menarik sejumlah orang penting untuk datang berkunjung, antara lain Walikota Bengkulu Bapak Helmi Hasan, mantan Walikota Pariaman H. Mukhlis Rahman, dan pengusaha ritel ternama (Toko Budiman) di kota Padang pak H. Yasmar.

Sederet tamu terhormat yang sudah mengunjung pesantren kuno Barokah Madinah.
Pak Kiai Ahmad Jundim (baju merah marun) bersama para santri putera.

 

Selain itu sejumlah jamaah majelis taklim silih berganti mengunjungi pondok pesantren kuno hasil rintisan sang pengusaha biro travel itu.

Pengusaha travel muslim itu tidak lain, adalah KH. Zulkifli Ahmad Jundim Lc, yang juga owner PT Azza Barokah Madinah, Jakarta, sebagai biro travel haji-umrah dan wisata muslim, juga Top Agen Qatar Airways di Indonesia.

Lima Program Unggulan

Tidak hanya sekadar membangun begitu saja bangunan pesantren, sang pengusaha biro travel yang alumni perguruan tinggi Islam di Pakistan dan Yaman itu juga menyiapkan kurikulum pengajaran berbasiskan Dakwah Ilallah ke seluruh penjuru dunia

Ada lima program unggulan yang disodorkan pesantren kepada santri, yaitu :

  1. Menghafal Al-Qur’an sempurna 30 juz.
  2. Menghafal 1.000 hadist
  3. Aktif berbicara Bahasa Arab pada siang hari.
  4. Aktif berbicara Bahasa Inggris pada malam hari.
  5. Para santri wajib bergerak dakwah minimal 4 bulan ke berbagai penjuru dunia setelah lulus dari pesantren.

Sementara, visi dan misi pesantren kuno ini, yaitu “Satu desa satu hafizh Al-Qur’an yang bisa berbahasa Arab dan hafal 1.000 hadist di Ranah Minang Sumatera Barat”.

Visi dan misi itu tidak terlepas dari cita-cita luhur Pak Kiai Ahmad Jundim yang hendak mewujudkan satu desa satu hafizd Qur’an yang mampu berbahasa Arab di Ranah Minang. Adapun jumlah desa yang ada kini  sebanyak 1.158 desa.

Program menyiapkan santri unggul akan berlangsung selama 3 hingga 6 tahun masa pengajaran di pesantren.

“Jika lima program tersebut mampu  dikuasai para santri pesantren kuno, maka dunia akan gembira dan dengan tangan terbuka menerima kedatangan para santri alumni Ponpes Barokah Madinah,” ungkap Pak Kiai Ahmad Jundim optimistis menutup wawancara dengan ManasikNews, baru-baru ini.  (wyn)

 

 

 

About admin

Check Also

Bandara Dubai Luncurkan Layanan Kirim Makanan dan Produk Belanja Penumpang

  Penumpang tinggal duduk manis di ruang tunggu bandara, makanan dan barang belanjaan siap diantarkan. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *