Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / HALAL TRIP / Saudi Bersiap Gelar Festival Kopi 2021 Petani kopi Khawlani bangga kenakan baju tradisional

Saudi Bersiap Gelar Festival Kopi 2021 Petani kopi Khawlani bangga kenakan baju tradisional

Petani biji kopi di provinsi Al-Dayer, Arab Saudi, mengenakan pakaian tradisional khas terdiri atas wizrah (bawahan) dan kamisol (atasan).

 

BERBALUTKAN pakaian tradisional yang khas,  petani pohon kopi di wilayah Jazan, Arab Saudi selatan, bersiap menjadi tuan rumah Festival Biji Kopi ke-8 tahun 2021, yang dijadwalkan dibuka pada 30 Januari mendatang.

Pakaian rakyat, yang terdiri dua helai (atasan-bawahan), sudah lama identik dengan perkebunan kopi Khawlani di Arab Saudi bagian selatan.

Menunjukkan pentingnya pohon kopi Khawlani di hati para petani, mereka mengenakan pakaian yang dinilai paling mewah sepanjang tahapan produksi biji kopi, mulai dari menanam bibit hingga menjual ke pedagang besar.

Zahir Al-Maliki, staf publikasi festival tahunan kopi Arab Saudi, kepada Arab News, Kamis (21/01/2021), mengatakan, petani kopi di Arab Saudi – terutama di wilayah Pegunungan Bani Malik, Provinsi Al-Dayer di timur wilayah Jazan – tetap melestarikan pakaian tradisional khas petani kopi yang mereka warisi dari nenek-moyang.

“Sebagian besar penduduk masih menggunakan pakaian ini dan memeliharanya hingga sekarang. Busana rakyat, yang secara lokal disebut baju gunung, terdiri atas kamisol (kemeja), wizrah (rok), dan ikat kepala dari tanaman aromatik,” ujarnya.

Para petani menggunakan kata bahasa Inggris yang sama, chemise, untuk merujuk pada pakaian bagian atas. Baju biasanya hanya satu warna, dan para pria memakai ikat pinggang yang berisi Janbiyah (keris dengan bilah melengkung pendek dengan punggungan medial). Mereka juga memakai ikat kepala yang terdiri dari tanaman aromatik, seperti kadi, apsintus, dan bungan melati Arab.

Anak-anak dan orang tua di perkebunan kopi menikmati panen, mencerminkan nilai pohon kopi di antara penduduk lokal. “Orang-orang di Arab Saudi bagian selatan memandang tanaman kopi sebagai bagian integral dari kehidupan mereka,” kata Al-Maliki.

Dia menambahkan, anak-anak juga mengenakan pakaian serupa dan membantu para orang tua membudidayakan tanaman kopi. “Para petani kopi sangat ingin agar anak-anak mereka mengikuti jejaknya dalam proses budidaya kopi, dan anak-anak di sebagian besar perkebunan kopi Khawlani di wilayah Al-Dayer mengenakan pakaian tradisional, mengikuti warisan dan menghidupkan kembali adat istiadat kuno,” paparnya.

 

Al-Maliki menunjukkan bahwa mengenakan Janbiyah melambangkan keberanian dan kemurahan hati, yang diilhami oleh sifat keras dari lingkungan sekitar berupa bentang alam pegunungan, tempat para petani di wilayah tersebut tumbuh. “Saat mengenakan Janbiyah, orang biasanya menunjukkan betapa bangganya mereka dengan tradisi dan adat istiadat para leluhur. Itu juga mengingatkan mereka pada budaya yang mengakar dari nenek moyang.”

Menurut Al-Maliki, mereka tidak khawatir dengan anak-anak yang membawa pisau karena orang-orang pegunungan terkenal toleran, spontan, dan menyukai perdamaian. “Orang-orang di sini dibesarkan dengan kerja sama, solidaritas, dan altruisme. Anak-anak memakai Janbiyah hanya untuk dandanan, dan mereka sangat bangga karena itu bagian dari sejarah leluhur, persis seperti kebanggaan mereka dalam merawat pohon kopi,” ujarnya.

Penduduk setempat memperlakukan pohon kopi seperti halnya para ibu merawat bayinya, menyebutnya sebagai pohon yang paling dimanjakan. “Kami menyebutnya ‘pohon manja’ karena mereka membutuhkan lebih banyak perawatan dan perhatian ketimbang tanaman lain.”

Biasanya tanggung jawab ini jatuh pada anak laki-laki. Namun,  terkadang perempuan melakukan tugas tersebut saat laki-laki sedang bepergian.

Diperkirakan ada sekitar 122.455 pohon kopi di Provinsi Al-Dayer. “Ada lebih dari 171.380 pohon kopi di wilayah Jazan. Ini menghasilkan hingga 685.536 ton biji kopi. Namun, wilayah Al-Dayer menghasilkan lebih dari 489.820 ton biji kopi, menjadikannya ibu kota biji kopi Khawlani di Kerajaan Arab Saudi.”

Di wilayah Jazan, ada lebih dari 1.596 orang petani pohon kopi. Lebih dari 919 di antaranya berlokasi di provinsi Al-Dayer.

Tahun ini, panitia penyelenggara festival telah membentuk administrasi kesehatan khusus, yang perannya adalah untuk memastikan – dengan kerja sama dengan otoritas kesehatan – bahwa semua tindakan diikuti selama festival tujuh hari, untuk memastikan keamanan dan kesehatan para pengunjung.

Panitia akan selalu memantau jarak sosial dan memastikan setiap pengunjung mengenakan masker wajah selama berada di lokasi festival.  (wyn)

 

About admin

Check Also

Berakhir di Bali 14 Juli, Fame Trip Halal Inbound AMPHURI Berjalan Sukses

Rombongan program Fame Trip Halal Inbound AMPHURI tahun 2020 berdialog dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *