Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Sidak Pemberangkatan Jamaah Umrah di Bandara Minang Ada Travel Pakai Identitas Jamaah Travel Lain

Sidak Pemberangkatan Jamaah Umrah di Bandara Minang Ada Travel Pakai Identitas Jamaah Travel Lain

Pemeriksaaan dokumen jamaah dalam sidak pemberangkaran umrah di bandara MIA, Padang, Sumbar, baru-baru ini.

 

PADANG (ManasikNews) – Tim Satgas Pengawasan Umrah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di bandara Minang International Airport (MIA), Padang, Sumatera Barat, Minggu (29/12/2019).

Dalam kesempatan itu tim “mencegat” dua  rombongan jamaah umrah yang akan berangkat ke Arab Saudi, yaitu dari travel Sela Ekspres Tour dan Penjuru Wisata Negeri.

Tim satgas yang dipimpin Kepala Seksi Perizinan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah, Iin Kurniawati Hamidah, melakukan dialog dan menggali informasi dari para jamaah. Salah satunya dengan melakukan pemindaian kartu identitas jamaah.

Kartu identitas jamaah Sela Ekspres Tour benar adanya, saat dipindai, langsung muncul data jamaah umrah yang akan berangkat. Berbeda dengan kartu identitas jamaah travel Penjuru Wisata, ketika dipindai yang muncul adalah alamat kantor travel tersebut, bukan data jamaah.

Menurut Iin Kurniawati, seperti dirilis laman Kementerian Agama RI,  terdapat Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang tidak melaporkan data jamaahnya ke Siskopatuh.

Selain Sela Ekspres dan Penjuru Wisata, hari itu ada juga pemberangkatan jamaah umrah empat PPIU lainnya,  yaitu PT. Bimalyndo Hajar Aswad, PT. Armindo Jaya Tur, PT. Sianok Indah Holiday, dan PT. Malindo Mekkah Madinah.

Dari proses sidak, didapati jamaah PT. Malindo Mekkah Madinah memakai seragam PT. Cordoba Berkah Mandiri yang belum memiliki izin sebagai PPIU. Sedangkan jamaah PT. Bimalyndo Hajar Aswad memakai atribut PT. Saudia Islamic Tour, dan Rizkia yang juga belum punya izin sebagai PPIU.

“Kita tegur keras travel yang menggunakan seragam dan atribut yang berbeda,” ujar Iin.

Iin mengaku ada kekhawatiran jamaah gagal berangkat karena ada proses sidak. Setelah tim satgas menjelaskan, mereka baru paham bahwa sidak tidak akan menghalangi keberangkatan mereka.

Sidak justru dalam rangka melindungi dan memastikan layanan yang akan diterima jemaah selama di Saudi.

Plt Kabid PHU Efrizal berharap datangnya Satgas Pengawasan Umrah ke Provinsi Sumatera Barat akan memberikan pembelajaran kepada PPIU, terutama terkait Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

“Sementara ini, pembinaan yang kita lakukan dengan segala keterbatasan baru sebatas surat dan belum ada tindakan. Mudah-mudahan ke depan kita bisa membentuk satgas umrah sama seperti yang dibentuk Ditjen PHU,” ucap Efrizal. (wyn)

About admin

Check Also

Saudia Rilis 20 Destinasi Internasional, Termasuk Indonesia

  JAKARTA (ManasikNews) — Maskapai nasional Kerajaan Arab Saudi, Saudi Arabian Airlines (Saudia), merilis secara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *