Myntra coupons

Flipkart coupon

abof coupons

globalnin

Home / INFO / Tak Kantongi Izin Umrah, Jamaah Didenda Rp 37 Juta Mekah dan Madinah Akan Berstatus Darurat

Tak Kantongi Izin Umrah, Jamaah Didenda Rp 37 Juta Mekah dan Madinah Akan Berstatus Darurat

Suasana tawaf di Masjidil Haram Mekah selama masa pandemi. 

 

RIYADH  — Otoritas Arab Saudi mengumumkan, bahwa jamaah umrah yang terbukti tidak mengantongi izin resmi selama bulan Ramadhan akan didenda.

Bahkan, sanksi denda ini kemungkinan tidak hanya berlaku selama Ramadhan, namun akan diteruskan ketika Arab Saudi telah memasuki era “New Normal”.

Menurut sumber resmi di Kementerian Dalam Negeri Saudi, seperti dikutip dari ArabNews, Jumat (09/04/2021), denda senilai SR 10.000 (setara US$ 2.666 atau sekitar Rp 37 juta) akan dikenakan bagi siapa saja yang mencoba melaksanakan umrah tanpa izin.

Selain itu, siapa saja yang memasuki Masjidil Haram, Mekah, tanpa izin akan dikenakan sanksi denda sebesar SR 1.000 atau sekitar Rp 3,7 juta.

Sumber itu menyebutkan, otoritas Arab mencermati, kebijakan sanksi denda akan diberlakukan hingga akhir masa pandemi atau ketika “kehidupan kembali normal”.

Kementerian Dalam Negeri ingin memastikan, bahwa semua tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona ditaati. Ditegaskan,  peraturan  yang disetujui terkait umrah dan shalat sejalan dengan kapasitas dan aspek keselamatan operasional di semua situs suci di Masjidil Haram.

Setiap jamaah yang hendak menunaikan umrah atau shalat di Masjidil Haram harus memiliki izin.

Menurut sumber itu, bahwa personel keamanan akan berpatroli di semua pusat kendali keamanan, jalan, situs, dan jalur menuju kompleks Masjidil Haram.

Menteri Dalam Negeri Saudi, Pangeran Abdul Aziz bin Saud bin Naif,  yang juga menjabat ketua Komite Tertinggi Haji, menyetujui rencana darurat umum untuk kota Mekah dan Madinah selama bulan suci Ramadhan.

Dirjen Pertahanan Sipil, Letjen Sulaiman bin Abdullah Al-Amro, mengatakan, tur inspeksi Covid-19 telah diintensifkan di semua fasilitas dan lokasi yang sering dikunjungi para peziarah dan jamaah.

Kementerian Haji dan Umrah menyebutkan, aplikasi perizinzn umrah Tawakkalna versi terbaru telah diluncurkan. Aplikasi ini wujud kerja sama Kementerian Haji-Umrah dengan Saudi Authority for Data & Artificial Intelligence.

CEO Barokah Madinah Travel KH Zulkifli Ahmad Jundim Lc (kiri) bersama Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag M Arfi Hatim.

 

Sementara itu, CEO Barokah Madinah Travel yang juga Top Agen No 1 Wisata Muslim Qatar Airways KH Zulkifli Ahmad Jundim Lc, kepada ManasikNews ketika dimintai komentarnya mengungkapkan, kini sudah saatnya pemerintah kedua negara, yaitu Arab Saudi dan Indonesia, mengawasi dengan ketat operasional biro-biro travel umrah-haji yang tidak mengantongi izin resmi.

“Pasalnya, mereka atau kalangan biro umrah-haji ilegal, sangat rawan dan mudah sekali melakukan penipuan-penipuan kepada masyarakat, dengan berbagai program tipuan yang ujung-ujungnya akan merugikan masyarakat muslim Indonesia,” kata Kiai Ahmad Jundim.

Lebih lanjut Kiai Ahmad Jundim yang juga pimpinan Pondok Pesantren Kuno Tahfizhul Qu’ran dan Ilmu Hadist Barokah Madinah Al-Minangkabawi, Padang Pariaman Sumbar ini menyatakan, ia sangat setuju dengan kebijakan yang telah digulirkan oleh Pemerintah Arab Saudi demi keamanan jamaah umrah dan haji agar selalu berada di zona Aman dan Nyaman.

Dalam kesempatan itu Pak Kiai mengabarkan, bahwa saat ini Barokah Madinah Travel yang berkantor pusat di Jalan Pemuda, Rawamangun Jakarta Timur ini sudah siap kembali menerima pendaftaran jamaah haji dan umrah.(wyn)

About admin

Check Also

Biaya Baru Umrah Diprediksi Naik Hampir 100%

  JAKARTA (ManasikNews) – Bersiap-siaplah wahai kaum muslim menghadapi “ledakan” kenaikan biaya perjalanan umrah. Memasuki …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *